Breaking News:

Malang Raya

Murid Kelas 5 SD Ngevlog di Museum Mpu Purwa Kota Malang Dapat Tropi Apresiasi Pelajar

"Halo Arek Malang. Aku saiki ndek Museum Mpu Purwa. Ayo Rek melok. Tak critani onok opo ae ndek njero". Itu sapaan awal Rafa vlognya. Ia digambarkan m

ist
Para siswa yang mendapat tropi apresiasi pelajar dari lomba ngevlog heritage Malang juga bisa bertemu dengan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Kepala Dinas Pendidikan Zubaidah di Balaikota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Rudita Anes Candra Negara, guru SDN Purwantoro 2 Kota Malang mengajak anaknya, Rafa Maheswara Nurdiansyah, siswa kelas 5a di SD itu membuat vlog tentang wisata heritage yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang.

Dari lomba itu, ia mendapat tropi Apresiasi Pelajar yang diserahkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji beberapa waktu lalu.

Yang ngevlog Rafa. Sedang juru kamera dan editornya adalah ayahnya. "Kami ke Museum Mpu Purwa pada 3 Agustus 2019 lalu," aku Rudita pada SURYA, Rabu (28/8/2019). Rudita hanya membantu konsepnya. Banyak gambar yang diambil tapi karena durasinya hanya satu menit untuk ditayangkan di Instagram, maka banyak yang diedit. Dalam video itu, Rafa berbicara dalam bahasa Jawa.

"Halo Arek Malang. Aku saiki ndek Museum Mpu Purwa. Ayo Rek melok. Tak critani onok opo ae ndek njero". Itu sapaan awal Rafa vlognya. Ia digambarkan masuk museum dan melihat koleksi museum. Termasuk di lantai dua soal diaroma dan soal Ken Arok.

Setelah itu muncul visual di museum itu. Menurut siswa yang aktif di kelas PPST (Pengembangan dan Pemberdayaan Seni Tradisional) ini, ia kaget saat dapat apresiasi. "Ini pertama kali buat vlog. Kekurangan di vlog ini, kata ayah saya masih kurang ekspresif," jawab dia.

Menurut Rudita, keluarganya suka melakukan wisata budaya. Seperti ke museum atau melihat tontonan kesenian tradisional seperti ludruk. Tak hanya ke anaknya, ia juga pernah mengajak siswanya wisata edukasi ke museum, seperti ke Mpu Purwa. "Tapi dulu masih belum sebagus sekarang," ujar wanita berhijab ini.

Ia memandang, ada lomba-lomba vlog dengan diberi kategori untuk pelajar akan sangat membantu kiprah siswa yang suka ngevlog. Pasti nanti akan banyak pelajar yang berpartisipasi. "Untuk apresiasi pelajar di lomba itu, Alhamdullilah. Itu sebagai bonus," kata Rudita.

Ayah Rafa hanya memakai kamera HP untuk membuat vlog itu karena tidak mensyaratkan hal berat dan mudah mengeditnya. Di vlog itu ibunya membantu sebagai dubber untuk menyajikan data museum secara singkat.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved