Citizen Reporter

Reaksi Warga Suku Koroway di Papua ketika Pertama Kali Lihat Orang Salat

Islam sudah akrab terdengar oleh banyak orang Koroway di Papua, tapi mereka tidak pernah menyaksikan seperti apa dan bagaimana Islam itu.

Reaksi Warga Suku Koroway di Papua ketika Pertama Kali Lihat Orang Salat
Irfan Nugraha
Penduduk Suku Koroway di Papua. 

Islam sudah akrab terdengar oleh banyak orang Koroway di Papua, tapi mereka tidak pernah menyaksikan seperti apa dan bagaimana Islam itu. Islam adalah sesuatu yang benar-benar asing dan jelas berbeda bagi orang Koroway.

OLEH: Irfan Nugraha, Associate researcher Universitas Indonesia

irfan nugraha
irfan nugraha 

The ConversationSURYAMALANG.COM - Umpatan nama binatang yang digunakan oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) dan aparat untuk mengintimidasi mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, selain melahirkan gelombang solidaritas #kamibukanmonyet, juga menyulut rusuh di berbagai kota di Indonesia.

Peristiwa di Surabaya bukan kali pertama menimpa orang Papua. Sebelumnya sempat juga terjadi di Malang, Jawa Timur; Semarang, Jawa Tengah; dan Yogyakarta. Selain politis, sebagian musababnya soal sepele atau salah paham.

Sikap terhadap kelompok orang yang berbeda ini cenderung mengarah pada penolakan atau bahkan kekerasan. Padahal menurut riset saya, orang Papua cenderung terbuka terhadap perbedaan.

Masyarakat Indonesia banyak yang memiliki persepsi orang Papua sebagai orang yang sulit bergaul atau beradaptasi , dan persepsi ini yang menguat belakangan.

Pola hidup sebagian orang Papua yang masih sederhana dikaitkan anggapan bahwa orang Papua sulit menghadapi perbedaan. Namun benarkah, demikian?

OPINI - Hentikan Kekerasan untuk Menyudahi Konflik di Papua

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Koroway yang lestari sekaligus terisolasi

Pada 2017, saya bersama melakukan riset pada komunitas Koroway di di Kampung Yafulfa, Boven Digul, di selatan Papua dengan metode etnografi mengenai kelestarian arsitektur tradisional rumah pohon (luop haim) serta memahami praktik tradisi di tengah dinamika sosial-ekonomi yang terjadi di papua.

Dalam penelitian yang saya lakukan, saya juga melihat bagaimana komunitas pedalaman Koroway masih bisa menghargai perbedaan meski hidup dalam lingkungan yang terisolir. Riset saya menunjukkan bahwa pada komunitas yang masih hidup bersahaja ini, mereka cukup bisa menerima perbedaan.

Halaman
1234
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved