Kabar Tulungagung

Permukaan Sungai Brantas Turun 7 Meter Gara-gara Penambangan Pasir Ilegal

Titik penambangan itu ada di Lumajang, Malang, Blitar, Kediri hingga di muara Kali Porong.

Permukaan Sungai Brantas Turun 7 Meter Gara-gara Penambangan Pasir Ilegal
David Yohanes
Lokasi tambang pasir milik PT WIKA di Sungai Brantas Tulungagung. Lokasi ini kemudian digantikan penambang ilegal dan membuat kerusakan massif. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Penambangan pasir ilegal di Sungai Brantas sudah tahap mengkhawatirkan.

Permukaan sungai turun menyentuh kedalaman tujuh meter.

Akibatnya banyak pondasi jembatan menggantung, dan erosi mengarah ke tanggul sungai.

Para pihak terkait terus menggodok cara, untuk menutup penambangan mekanik di Sungai Brantas.

Penambangan hanya bisa dilakukan dengan cara manual, tanpa mesin penyedot atau ekskavator.

Namun selama ini muncul dalih di antara penambang, jika tambang Sungai Brantas ditutup, maka harga pasir akan semakin mahal.

Dikhawatirkan Jawa Timur akan kekurangan stok pasir untuk bangunan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa menegaskan, stok pasir Jawa Timur sangat melimpah.

Saat ini ada 13 titik tambang pasir, yang bisa dieksploitasi.

“Semuanya bisa ditambang dengan legal, dengan mengajukan izin ke provinsi,” ucap Budi.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved