Kabar Surabaya

Hakim Tipikor Perintahkan Jaksa Jemput Paksa Dua Direktur PT DPS Terkait Proyek Rp 63 Miliar

Kedua pejabat PT DPS tersebut adalah Direktur Utama (Dirut) Bambang dan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Dok dan Perkapalan Surabaya, Faisal.

Hakim Tipikor Perintahkan Jaksa Jemput Paksa Dua Direktur PT DPS Terkait Proyek Rp 63 Miliar
Syamsul Arifin
Samuel Benyamin, penasehat hukum Riry Syeried Jetta, mantan Direktur Utama (Dirut) PT DPS, memohon kepada majelis hakim agar kembali memanggil dua pejabat PT DPS: Direktur Utama (Dirut) Bambang dan Direktur Keuangan (Dirkeu) Faisal. 

Perkara ini bermula ketika pada 2015, PT DPS mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 200 miliar. Dari jumlah itu, Rp 100 miliar di antaranya untuk membeli kapal floating crane. Rekanan dalam pengadaan kapal ini adalah PT A&C Trading Network. Meski alokasi anggarannya Rp 100 miliar, namun kapal yang dibeli seharga Rp 63 miliar.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya memerintahkan jaksa agar memanggil paksa dua pejabat PT Dok dan Perkapalan Surabaya (PT DPS).

Kedua pejabat PT DPS tersebut adalah Direktur Utama (Dirut) Bambang dan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Dok dan Perkapalan Surabaya, Faisal.

Pemanggilan paksa ini lantaran dua pejabat itu mangkir sebagai saksi beberapa kali dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal floating crane senilai Rp 63 miliar itu.

Peranan kedua pejabat PT DPS ini dianggap penting, setelah terpidana Direktur Utama A&C Trading Network Antonius Aris Saputra, memberikan kesaksian di persidangan terdakwa Riry Syeried Jetta, mantan Direktur Utama (Dirut) PT DPS pada Kamis (29/8/2019) kemarin. 

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Sehingga pada saat rencana agenda saksi meringankan, Samuel Benyamin, penasehat hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim agar tetap kembali memanggil mereka dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. 

"Kami mohon pada hakim agar jaksa tetap memanggil kedua saksi tersebut, karena keterangan mereka kami anggap cukup penting," ujar Samuel, Sabtu, (31/8/2019). 

Untuk itu, maka majelis hakim akhirnya memenuhi permintaan pengacara terdakwa, dan menyatakan menghadirkan saksi Dirut PT DPS Bambang dan Dirkeu, Faisal, itu dengan cara jemput paksa, lantaran keterangan mereka dapat menentukan kerugian negara yang sebenarnya.

Sementara itu dalam keterangannya sebagai saksi mahkota, Direktur Utama A&C Trading Network Antonius Aris Saputra mengatakan,

dengan tidak dilakukan perpanjangan jaminan uang muka, telah mengakibatkan hangusnya jaminan tersebut. "Padahal, harusnya itu tidak terjadi apabila manajemen PT DPS melakukan perpanjangan jaminan tersebut," terang Aris.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved