BERITA AREMA POPULER Hari Ini, Minat Beli Tiket Online Rendah & Total Penghasilan Arema dari Tiket

Berita Arema populer hari ini, minat beli tiket online masih rendah hingga total penghasilan Arema dari penjualan tiket.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
BolaSport.com
BERITA AREMA POPULER Hari Ini, Minat Beli Tiket Online Rendah & Total Penghasilan Arema dari Tiket 

SURYAMALANG.COM - Berita Arema populer hari ini Selasa (3/9/2019) salah satunya soal minat beli tiket online. 

Selain itu berita Arema populer lainnya juga membahas total penghasilan Arema FC dari tiket yang terjual.

Selengkapnya simak rangkuman berita Arema populer hari ini oleh SURYAMALANG.COM.

1. Minat Beli Tiket Online Rendah  

Pemeriksaan tiket pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (15/8/2019) sore.
Pemeriksaan tiket pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (15/8/2019) sore. (SURYAMALANG.COM/Dya Ayu)

Upaya manajemen Arema FC untuk menjual tiket pertandingan home secara online belum mendapat respon positif dari Aremania.

Panpel melakukan uji coba penjualan tiket online Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 15 Agustus 2019.

Namun sampai sekarang peminat pembeli tiket online untuk laga home Singo Edan tidak lebih dari dua persen.

“Peminat tiket online masih di bawah 2 persen. Kami memang ingin memberi pelayanan secara langsung, karena Korwil sudah membuka penjualan via online,” kata Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC kepada SURYAMALANG.COM, Senin (2/9/2019).

Haris menjelaskan penjualan tiket via online juga memiliki kendala.

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Warga Malang Masuk Daftar Calon Pimpinan KPK

Sebab, server tidak dapat membagi pembeli dari suporter tim tuan rumah atau tim tamu.

Padahal dalam beberapa laga, ada ketentuan yang melarang suporter tamu datang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, seperti saat lawan Persebaya Surabaya, dan Persib Bandung.

“Jadi ketika laga big match, suporter klub rival dapat membeli tiket. Itu jadi masalah.”

“Kendala di dalam stadion adalah suporter tim rival bisa datang sehingga kami juga kerepotan soal itu.”

“Tapi, kami tetap menjelaskan kepada Aremania jika sepak bola merupakan alat pemersatu bangsa, hiburan, dan juga prestasi,” jelasnya.

Rata-rata pertandingan home Arema FC di putaran pertama Liga 1 2019 hanya disaksikan sekitar 16.000 penonton.

Padahal kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang sekitar 45.000 penonton.

Padahal tim tamu yang datang ke Stadion Kanjuruhan di putaran pertamam Liga 1 2019 merupakan tim besar yang menarik untuk disaksikan, seperti Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Persib Bandung, PS Tira Perikabo, dan Persipura Jayapura.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan tiket laga home Singo Edan kurang laku.

“Mungkin karena pertandingan banyak yang pas hari kerja, digelar sore hari, dan live di televisi.

“Itu satu faktor sehingga tiket tidak begitu maksimal dalam memenuhi setiap laga,” kata Abdul Haris.

Faktor lainnya adalah banyaknya jadwal pertandingan yang dijalani Arema FC, khususnya dalam dua bulan terakhir ini.

“Setiap bulan itu hampir ada tiga sampai empat kali laga. Ini juga mempengaruhi daya beli tiket di Aremania. Tapi kami selalu bersyukur.”

“Jika ingin tim ini juara, maka Aremania harus mendukung setiap homenya,” ujarnya.

2. Total Penghasilan Arema dari Tiket

Pemeriksaan tiket pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (15/8/2019) sore.
Pemeriksaan tiket pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (15/8/2019) sore. (SURYAMALANG.COM/Dya Ayu)

Rata-rata pertandingan home Arema FC di putaran pertama Liga 1 2019 hanya disaksikan sekitar 16.000 penonton.

Padahal kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang sekitar 45.000 penonton.

Padahal tim tamu yang datang ke Stadion Kanjuruhan di putaran pertamam Liga 1 2019 merupakan tim besar yang menarik untuk disaksikan, seperti Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Persib Bandung, PS Tira Perikabo, dan Persipura Jayapura.

Jadwal Acara SCTV TRANS TV GTV RCTI Indosiar TVONE Hari Selasa 3 September 2019, Film Pilihan & FTV

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan tiket laga home Singo Edan kurang laku.

“Mungkin karena pertandingan banyak yang pas hari kerja, digelar sore hari, dan live di televisi.

“Itu satu faktor sehingga tiket tidak begitu maksimal dalam memenuhi setiap laga,” kata Abdul Haris kepada SURYAMALANG.COM, Senin (2/9/2019).

Faktor lainnya adalah banyaknya jadwal pertandingan yang dijalani Arema FC, khususnya dalam dua bulan terakhir ini.

“Setiap bulan itu hampir ada tiga sampai empat kali laga. Ini juga mempengaruhi daya beli tiket di Aremania. Tapi kami selalu bersyukur.”

“Jika ingin tim ini juara, maka Aremania harus mendukung setiap homenya,” ujarnya.

Arema FC berhasil mengumpulkan dana Rp 5 miliar dari penjualan tiket sembilan laga home di putaran pertama Liga 1 2019.

Hasil Rp 5 miliar ini didapat dari jumlah sekitar 145.000 penonton yang datang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

“Pendapatan ini termasuk hal luar biasa. Sebelumnya kami pernah mendapat pendapatan tertinggi sampai Rp 15 miliar dalam dua musim.”

“Kami ucapkan terima kasih atas atensi dan support dari Aremania yang selalu mendukung di stadion walaupun ada live di televisi dan banyak pertandingan saat hari kerja,” kata Abdul Haris.

Haris menjelaskan pendapatan Rp 5 miliar tersebut merupakan pendapatan kotor.

Total pendapatan itu baru dipotong untuk beberapa keperluan wajib, seperti pajak dan fee pertandingan.

“Kami tetap bersyukur karena kami hitung rata-rata jumlah pentonton setiap pertandingan sebanyak 16.000 penonton,” ujarnya.

Total jumlah penonton tersebut menempatkan Arema FC di peringkat keenam dalam hal jumlah penonton laga kandang di Liga 1 2019.

“Kedepan kami ingin ajak Aremania untuk mendukung tim ini.”

“Untuk jadi juara, tim juga harus cukup finansial dan dukungam Aremania setiap homenya,” jelas Haris.

3. Denda Terbanyak Didominasi Pelanggaran Aremania 

DUKUNGAN - Aremania mendukung Arema FC melawan Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (19/8/2019).
DUKUNGAN - Aremania mendukung Arema FC melawan Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (19/8/2019). (Hayu Yudha Prabowo)

Arema FC menjadi salah satu klub di Liga 1 yang paling banyak memberi 'pemasukan' kepada PSSI.

Pada putaran pertama ini saja, Arema FC telah menggelontorkan uang sebesar Rp 500 juta rupiah untuk membayar sanksi denda yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI.

Dari sanksi denda Rp 500 juta tersebut keseluruhannya merupakan pelanggaran yang dilakukan Aremania atau suporter Arema FC.

Dicoret Jelang Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia, Greg Nwokolo Curhat Soal Klaim Tidak Profesional

Tercatat ada lima pelanggaran yang terbukti dilakukan Aremania ketika mendukung Singo Edan berlaga.

Yakni bentrok saling lempar dengan pendukung PSS Sleman di Sleman saat pembukaan Liga 1, sehingga berbuah denda Rp 75 juta.

Denda kedua senilai Rp 50 juta karena Aremania menyalakan flare saat Arema FC melawan Persela Lamongan pekan ketiga.

Ketiga saat Arema FC melawan PS Tira Persikabo, Sabtu (29/6/2019).

Sesuai surat keputusan nomor 027/L1/SK/KD-PSSI/VII/2019 terkait tingkah laku buruk suporter, Arema FC mendapat sanksi senilai Rp 150 juta.

Denda keempat senilai Rp 75 juta karena suporter menyalakan flare saat melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Selasa (30/7/2019).

Sementara denda kelima berdasarkan surat bernomor 075/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2019 berisi hukuman denda sebesar Rp 150 juta karena tingkah laku buruk suporter saat menjamu Persebaya Surabaya, Kamis (15/8/2019).

"Sebenarnya soal ini selalu saya sampaikan pada Aremania, setiap perilaku dan perbuatan suporter yang merugikan klub selalu kami sayangkan, bahkan soal ini saya kembalikan pada Aremania. Saya juga perlu masukan untuk menanggulangi hal ini, apakah kami harus memberlakukan hukum adat?" kata Abdul Haris, Senin (2/9/2019).

Soal flare nampaknya panpel Arema FC sudah kehabisan cara agar hal tersebut tak terulang, sebab sejak awal kompetisi panpel telah mengingatkan agar tak membawa flare dan sejenisnya ketika ke stadion, namun pelanggaran yang didapat Arema kebanyakan dari flare masih terus terjadi.

"Flare ini justru pengeluaran yang sia-sia sebetulnya, karena secara tidak langsung pengeluaran finansial manajemen terkuras hanya karena hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan.

"Hanya karena emosional yang tidak bisa dikendalikan klub harus dapat denda, kami sayangkan. Seharunya kan Aremania ingin tim ini juara, tolonglah kami dibantu. Manajemen ini tidak bisa berdiri sendiri, harus juga ada dukungan dari suporter," jelasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved