Universitas Brawijaya Malang

Guru Besar Baru UB Malang, Prof Gatot Ciptadi Ingin Kembangkan Kambing Senduro

Prof Dr Gatot Ciptadi DESS, gubes bidang pemuliaan ternak dan Prof Dr dr Nurdiana MKes, gubes bidang Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis.

Guru Besar Baru UB Malang, Prof Gatot Ciptadi Ingin Kembangkan Kambing Senduro
Sylvianita Widyawati
Dua guru besar baru Universitas Brawijaya (UB) Malang yaitu Prof Dr dr Nurdiana MKes dan Prof Dr Ir Gatot Ciptadi DESS yang akan dikukuhkan, Rabu (4/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dua guru besar (gubes) baru Universitas Brawijaya (UB) Malang akan dikukuhkan, Rabu (4/9/2019).

Mereka adalah Prof Dr Gatot Ciptadi DESS, gubes bidang pemuliaan ternak dan Prof Dr dr Nurdiana MKes, gubes bidang Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis. Gatot dan Nurdiana gubes ke 243 dan 244 di UB.

Topik pidatonya tentang peran strategis bank sel gamet dalam upaya konservasi dan komersialisasi sumber daya genetik ternak lokal unggul Indonesia. 

Ia mengembangkan kambing khas Jatim yaitu kambing Senduro dari Lumajang. Selama ini banyak dikenal adalah kambing Boer.

"Saya dan tim saya di UB merealisasikan bank sel kerjasama dengan mitra industri yaitu BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) untuk memproduksi sel," jelas Gatot pada wartawan usai gladi bersih pengukuhan di Gedung Widyaloka UB, Selasa (3/9/2019). Dikatakan, risetnya dari hulu ke hilir didanai LPDP dengan melibatkan mitra peternak di Lumajang.

Dari risetnya itu ada yang dipatenkan tentang metode pembekuan sel spermatozoa kambing Senduro. "Kami berkeinginan nanti di UB bisa ada bank sel karena prospeknya bagus untuk komersilisasi," kata dosen Fakultas Peternakan ini. Ia mencontohkan di BBIB Singosari mampu memproduksi puluhan ribu sel spermatozoa dosis yang nanti bisa diaplikasikan ke inseminasi buatan.

Apa yang dilakukan sebagai pemuliaan ternak dengan menjaga genetiknya. Untuk risetnya, dilakukan mulai seleksi kambing di lapangan, uji lab, pembekuan sel spermatozoanya untuk di IB (Inseminasi Buatan) di kambing betina. Alasan memilih kambing Senduro karena khas Jatim. Tapi ironisnya sudah banyak yang diekspor ke Malaysia. Akhirnya yang tersisa kualitasnya menurun.

Namun peternak kemudian menyadari itu dan dilakukan bank sel untuk menjaga genetiknya sehingga keturunannya dijamin tidak cacat genetik. Sementara itu Nurdiana dalam pidatonya mengangkat tema Apakah Fitoestrogen Bermanfaat Bagi Kesehatan? "Saya mempertanyakan itu karena dari beberapa bulan ini saya membaca review soal Fitoestrogen. Ada yang menguntungkan, merugikan dan ada yang tak memberi efek sama sekali," kata dosen Fakultas Kedokteran ini.

Fitoestrogen adalah senyawa sehari-hari sudah kita konsumsi seperti dari makan sayur, buah-buahan dan produk dari bahan kacang-kacangan. Contoh sayuran seperti brokoli, kubis, wortel. Dengan iming-iming obat herbal ada yang dijual sebagai suplemen atau pendukung. Tapi ada orang yang sakit mengonsumsi itu, malah tidak mengonsumsi obat utamanya.

"Akhirnya malah tidak sembuh kadang malah tambah sakit. Karena itu saya angkat lagi tema itu," jawabnya. Menurut dia Fitoestrogen adalah satu satu bahan herbal yang memiliki efek terapi pada kondisi tertentu. Tapi sampai saat ini bukti klinis kuat secara ilmiah belum konsisten.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved