Kota Batu

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Sebut Angka Stunting 28,3 Persen

Kepala Dinas Kesehatan menyebut angka stunting di Kota Batu sebanyak 28,3 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Sebut Angka Stunting 28,3 Persen
Benni Indo
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari 

SURYAMALANG.COM, BATU – Jumlah angka stunting di Kota Batu yang disebutkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebanyak 51 persen dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari.

Ia mengatakan bahwa angka stunting di Kota Batu sebanyak 28,3 persen.

“Data itu sesuai Riskesdas 2018. Sedangkan dari survei pemantauan gizi, pada 2017 jumlah stunting di Kota Batu 35 persen,” ujar Kartika, Rabu (4/9/2019).

Data Riskesdas itu kata Kartika dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, yakni Kementerian Kesehatan pada 2 Desember 2018.

“Saya tidak membantah karena saya tidak mendengar langsung (Gubernur Khofifah). Angka Riskesdas itu dilaunching Kemenkes. Dengan asumsi, 1 dari 3 balita di Kota Batu mengalami stunting,” terangnya.

20 Persen dari 15.000 Balita di Kota Batu Menderita Stunting

Gubernur Khofifah Soroti Angka Stunting Kota Batu yang Mencapai 28 Persen

Saat ini, Dinkes Batu sedang menyusun program pravelensi dengan Unair. Dijelaskan Kartika, prevalensi adalah kemungkinan angka tertinggi temuan stunting di wilayah Kota Batu.

“Di Wilayah Kota Batu, ada di Sidomulyo, Oro-oro Ombo dan Sumber Brantas,” ujarnya.

Temuan di Kota Batu, penyebab utamanya terjadi stunting berasal dari berbagai faktor bisa melalui makanan dan juga sanitasi.

“Dari survey awal ini, memang dari keragaman pangan, sama komposisi. Protein lemak dan karbo tidak berimbang.” Jelasnya.

Dinkes Batu rutin melakukan penimbangan kembali terhadap balita di Kota Batu. Penimbangan itu dilakukan pada Februari dan Agustus. Sejauh ini, ada 700 anak yang didampingi Dinkes Batu. Anggaran untuk menekan jumlah stunting ini diambil dari pajak rokok.

“Selain yang sudah balita ini, harusnya dipersiapkan sejak awal, setiap kelas calon penganten masuk kelas reproduksinya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved