Kabar Madiun

Bendungan Angker di Madiun Makan Korban 9 Orang, Termasuk Tiga Orang Tadi

Peristiwa yang pertama dulu satu orang, yang kedua lima orang, dan ini yang ketiga, tiga orang," kata Supri (58)

Bendungan Angker di Madiun Makan Korban 9 Orang, Termasuk Tiga Orang Tadi
rahadian bagus
EVAKUASI - Tiga pemuda dari Dukuh Tawang, RT 04/ RW 02, Desa Sriti Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo -- Didin Saifudin (19), Suwanto (25), dan Eko Rijianto (21) -- tenggelam di Bendungan Wates, Sungai Sekembangan, Dusun Wates, Desa Kebon Agung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jumat (6/9/2019) siang. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Bendungan Wates, Sungai Sekembangan, Dusun Wates, Desa Kebon Agung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, dikenal angker oleh warga sekitar. 

Terakhir, tiga korban tewas di bendungan itu, Jumat (6/9/2019).

Mereka adalah Didin Saifudin (19), Suwanto (25), dan Eko Rijianto (21). Ketiganya merupakan warga Dukuh Tawang, RT 04/ RW 02, Desa Sriti Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Ketiganya ditemukan tak bernyawa di dasar bendungan dengan kedalaman sekitar tiga atau empat meter. Mereka tenggelam saat mandi di sungai yang berwarna cokelat kehijauan.

Pantauan di lokasi, air di bendungan tersebut tidak mengalir, sehingga permukaan sungai Sekembangan itu tampak sangat tenang.

Peristiwa orang tenggelam di bendungan tersebut bukanlah kejadian yang pertama. Beberapa tahun yang lalu, juga pernah ada lima pelajar tewas dan seorang pria juga tewas akibat tenggelam di lokasi yang sama.

"Sudah tiga kali ini berarti. Peristiwa yang pertama dulu satu orang, yang kedua lima orang, dan ini yang ketiga, tiga orang," kata Supri (58) warga dusun setempat, saat ditemui di lokasi.

Ia menuturkan, konon di bendungan tersebut angker, sehingga masyarakat jarang yang berani mandi di tempat itu. Pada saat pencarian siang itu, warga setempat juga memanggil juru kunci bendungan tersebut untuk memberi sesajen agar korban mudah ditemukan.

Sesajen berupa ayam kampung berwarna putih dan juga kembang. Sesajen tersebut dilempar ke dalam sungai, sebelum dilakukan pencarian.

"Ini ayamnya tadi di lempar ke kali. Supaya korbannya gampang ditemukan,"imbuhnya.

Penulis: rahadian bagus priambodo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved