Nasional

Cerita Lengkap Bocah Tewas Dibully di Bekasi, Penyebab Kematian Korban & Kondisi Terakhir Terungkap

Kasus bocah tewas dibully di Bekasi menjadi viral setelah video korban tengah merintih kesakitan beredar di medsos.

Cerita Lengkap Bocah Tewas Dibully di Bekasi, Penyebab Kematian Korban & Kondisi Terakhir Terungkap
kolase Tribunjabar
cerita lengkap bocah tewas dibully 

Meski awalnya merasa tidak ada luka, namun rupanya kondisi kesehatan Fatir Ahmad semakin memburuk setelah pemukulan itu.

Fatir Ahmad meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta pada 30 Agustus 2019.

Diungkapkan Sri Ani Lestari, awalnya sang anak sempat ditolak oleh 2 rumah sakit.

Sri Ani juga mengatakan kalau anaknya telah dipukuli dan ditendang oleh teman bermain Fatir Ahmad.

Ketika dilarikan ke rumah sakit, kondisi Fatir Ahmad sudah memperihatinkan.

Diwartakan TribunCirebon, Senin (9/9/2019), Sri awalnya berpikir kalau anaknya muntah karena efek benjolan pada tubuhnya.

Saat itu, ia hanya memberi tolak angin dan minyak kayu putih ke badan sang anak.

4. Muncul Benjolan di Tubuh Korban

Kondisi korban keesokannya harinya justru semakin memprihatinkan.

Lengannya sudah tidak bisa diangkat karena ada 3 benjolan pada ketiaknya.

Ia pun mengoleskan Freshcare untuk menghilangkan benjolan itu.

Keadaan Fatir semakin parah pada keesokan hatinya.

Mulut si kecil tak dapat atau susah dibuka.

Fatir juga tidak mau makan karena mulutnya dalam keadaan seperti itu.

"Saya kira itu amandel, soalnya ada bengkak kan juga di rahangnya.

Saya juga sempat manggil tukang urut," ungkapnya.

Saat itu kondisi sang anak semakin parah dan sampai kejang-kejang.

Ia dan sang suami langsung membawa anaknya ke tukang spesialis syaraf, namun justru memperoleh penolakan.

Orangtua Fatir pun membawa sang anak ke rumah sakit yang ada di Bekasi, namun juga ditolak lagi.

"Ya udah karena ditolakin semua, saya langsung bawa ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur," ujarnya.

5. Korban Meninggal Dunia

Setelah menjalani perawatan di RS Polri, sayang nyawa Fatir tidak dapat tertolong.

"Di sana Fatir dirawat dan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 30 Agustus 2019, sekitar jam 12.00," ujarnya.

Saat di RS Polri, Fatir iduga telah mengidap penyakit tetanus, namun saat diperiksa tidak ada luka atau goresan di tubuh.

Saat dilakukan rontgen, 3 dokter mengaku tidak tahu penyakit apa yang diderita Fatir.

"Soalnya anak saya kejang kayak tetanus tapi tidak ada luka di tubuhnya," ungkap Sri Ani.

Setelah itu, rasa sakit Fatir akhirnya terungkap yakni berasal dari bengkak pada rahang.

Bengkak tersebut diduga karena dipukul.

"Saat diketahui penyebabnya, ternyata lidah anak saya sudah tergigit, kondisinya sudah kritis.

Setelah diketahui dan anak saya dalam kondisi kritis, saat mau pakai selang untuk paru-paru anak saya sudah tidak ada," ungkap Sri.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved