Selebrita
Sosok Ini Jadi Saksi Kehidupan Mulan Jameela Sebelum Ketemu Dhani, Pernah Susah & Suka Main di Sawah
Sosok Ini Jadi Saksi Kehidupan Mulan Jameela Sebelum Ketemu Dhani, Pernah Susah & Suka Main di Sawah
Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Sosok ini menjadi saksi kehidupan Mulan Jameela sebelum dirinya bertemu dan menikah dengan musisi kondang Tanah Air, Ahmad Dhani.
Sosok yang mengenal Mulan Jameela sejak dulu itu pun menceritakan kehidupan istri Ahmad Dhani di saat masih susah.
Tak hanya kehidupannya yang susah, nyatanya Mulan Jameela sebelum menyandang gelar artis Ibu Kota pernah menikmati waktu-waktu dirinya ketika bermain di sawah.

Nama Mulan Jameela mulai dikenal masyarakat Indonesia saat ia bergabung dalam grup duo Ratu bersama Maia Estianty.
Pemilik nama asli Raden Terry Tantri Wulansari ini lebih heboh dengan skandal cintanya dengan Ahmad Dhani.
Kemudian, Mulan Jameela juga dikenal sebagai sosok ketiga dalam hubungan pernikahan Ahmad Dhani dan Maia Estianty
Kini, Mulan Jameela dan Dhani sudah resmi menikah dan bahkan sudah dikaruniai 2 orang buah hati.
Nah, belakangan seorang tukang bubur yang mengaku tetangga menguak masa lalu Mulan Jameela yang tidak diketahui banyak orang.
Sebuah pengakuan mengejutkan diungkap tetangga Mulan Jameela tentang kehidupan sang diva sebelum bertemu dengan Ahmad Dhani.
Apa yang disampaikan tetangga Mulan Jameela itu sangat di luar dugaan.
Mulan Jameela yang biasa tampil di layar kaca ternyata sangat berbeda dengan kehidupan masa lalunya.
Menurut Iik, tukang bubur sekaligur tetangga Mulan Jameela, istri Ahmad Dhani itu gemar bermain di sawah sebelum namanya terkenal.
"Temenan dari bayi. Beda lima tahun sama saya. Saya lulus dia masuk sekolah," cerita Iik saat ditemui secara eksklusif oleh Grid.ID (Grup SURYAMALANG>COM) di Pasar Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (26/4/2017) malam.
Selain bertetangga, Iik merupakan tukang bubur langganan Mulan Jameela.
"Dulu mah dia suka main di sawah. Waktu SMP-lah," sambung pedagang bubur ayam yang kerap mangkal di Pasar Malangbong dari petang hingga malam tersebut.