Malang Raya

4 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Kuburan, Polisi Malang Kota Periksa 3 Penjual Miras

Pesta minuman keras di kuburan berakhir tragis, 4 orang tewas dan 6 lainnya masih dirawat di rumah sakit.

4 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Kuburan, Polisi Malang Kota Periksa 3 Penjual Miras
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Prosesi pemakaman Firnanda Tri Prasetyo, korban pesta miras oplosan di Kota Malang, Rabu (18/9/3029). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pesta minuman keras di kuburan berakhir tragis, 4 orang tewas dan  enam lainnya dirawat di rumah sakit.

Empat korban meninggal adalah Agus Triswanto (36), Afrizal Fahdani Hidayatullah (25) dan Warnu (70), dan Firnanda Tri Prasetyo (16).

Kepolisian Resor (Polres) Malang Kota memeriksa tiga penjual minuman keras (miras) yang diduga menyebabkan empat warga Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang meninggal dunia.

Wakapolres Malang Kota, Kompol Arie Trestiawan menerangkan tiga penjual itu dijemput di rumahnya di Lowokwaru dan Blimbing. Dari hasil penggeledahan, ditemukan puluhan botol miras yang masih diteliti kandungannya.

“Yang bersangkutan saat ini masih diperiksa. Kami jemput tadi malam,” ujar Arie, Rabu (18/9/2019).

Ia menambahkan penggeledahan terhadap tiga orang penjual miras ini berdasarkan keterangan saksi korban. Kata dia, sekitar 20 pemuda di Kelurahan Mojolangu ikut mempersiapkan acara bersih desa di dekat kuburan yang disebut punden Mbah Beji. Di sanalah mereka diduga melakukan pesta miras oplosan yang mengakibatkan empat orang meninggal dan delapan lainnya dirawat di RS.

“Berdasarkan keterangan saksi korban, mengarah ke tiga penjual ini. Tapi masih kami periksa,” ucapnya.

Untuk memastikan kandungan yang ada di dalam miras oplosan, Polres Malang Kota telah mengirimkan sampel darah dan urin ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Hingga saat ini, sudah empat orang meninggal akibat cukrik itu.

“Secepatnya akan kami sampaikan jika hasil labfor sudah keluar,” katanya.

Ketua RT 01 Kelurahan Mojolangu, Sugeng mengatakan masih ada enam warganya yang dirawat di RS. Sebelumnya, sembilan orang harus mendapat perawatan intensif karena mengeluh dada sesak dan pandangan mata kabur.

“Kemarin kan sembilan, sekarang sisa enam karena satu meninggal dan dua sudah pulang,” tutur Sugeng.

Ia menambahkan seluruh korban meninggal sudah dikebumikan. Sementara kondisi korban yang kembali ke rumah berangsur membaik.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved