Malang Raya

Alumni Halokes Mbois Malang Pasang 10 Spanduk di Pagar Alun-alun Tugu, Kota Malang.

Alumni Halokes Mbois Malang memasang 10 spanduk mengelilingi pagar Alun-alun Tugu, Kota Malang.

Alumni Halokes Mbois Malang Pasang 10 Spanduk di Pagar Alun-alun Tugu, Kota Malang.
SURYAMALANG.COM/Bella Ayu Kurnia Putri
Alumni Halokes Mbois Malang memasang 10 spanduk mengelilingi pagar Alun-alun Tugu, Kota Malang. 

Laporan wartawan : Bella Ayu Kurnia Putri

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Alumni Halokes Mbois Malang memasang 10 spanduk mengelilingi pagar Alun-alun Tugu atau Bundaran Tugu, Kota Malang.

Spanduk sebagai Petisi Dukungan untuk Presiden Terpilih dan Tegaknya NKRI dan Pancasila digelar sampai Minggu (6/10/2019) pukul 18.00 WIB.

Penasihat Alumni Halokes Mbois Malang, Ari Gembong menerangkan setiap spanduk berisi tulisan berbeda.

“Kami mengangkat topik yang booming. Jadi setiap spanduk ada tema berbeda.”

“Ada dukungan untuk presiden terpilih, ada mengawal Pancasila, menjaga keutuhan NKRI, bersama TNI-Polri, menolak paham khilafah, radikalisme, dan sebagainya,” kata Ari kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (5/10/2019).

Alumni Halokes Mbois Malang memviralkan acara ini di media sosial agar bergaung sampai nasional.

Acara ini menarik perhatian Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda, yaitu Hugo.

Awalnya Hugo jalan-jalan di sekitar Alun-alun Tugu.

Ketika melihat banyak warga berkumpul, Hugo bertanya kepada anggota Alumni Halokes Mbois Malang, Remita.

Setelah mendapat penjelasan, Hugo ikut menandatangani petisi tersebut.

Dia menilai masalah di Indonesia saat ini mirip dengan yang terjadi di Belanda.

“Banyaknya masalah ini sama dengan permasalahan di Belanda, seperti radikalisme, anarkisme, dan hoaks.”

“Saya rasa bagus melihat warga di sini peduli terhadap semua masalah ini,” kata Hugo.

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved