Breaking News:

Pilbup Malang 2020

Pemkab Malang Sanggup Rp 23 Miliar, Bawaslu Merasa Masih Kurang, Tetap Minta Rp 28 Miliar

Pemkab Malang menaikkan alokasi anggaran untuk Bawaslu mulai Rp 14 miliar, Rp 20 miliar, dan terakhir Rp 23 miliar. Bawaslu merasa masih kurang.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: yuli
Erwin
Sekretaris Pemkab Malang, Didik Budi Muljono saat mendatangi kantor PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Kamis (5/9/2019). Didik ingin jadi Bupati Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang masih tetap pada pendirian terkait pengajuan biaya pengawasan pada Pemilu 2020 sebesar Rp 28 miliar.

Dari proses negoisasi yang berjalan sebelumnya, secara bertahap Pemerintah Kabupaten Malang menaikkan alokasi anggaran mulai dari Rp 14 miliar, Rp 20 miliar, dan yang terakhir Rp 23 miliar.

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Wahyudi, menuturkan rencananya, Senin (21/10/2019) DPRD Kabupaten Malang akan memediasi kedua belah pihak. Yakni, Bawaslu Kabupaten Malang dan Pemkab Malang.

“Hari senin besok kami difasilitasi dewan untuk mediasi. Untuk waktunya kami masih belum mendapat konfirmasi lagi. Nanti saya kabari lagi,” beber Wahyudi ketika dikonfirmasi, Minggu (20/10/2019).

Wahyudi menegaskan, Bawaslu Kabupaten Malang tetap pada nilai  pengajuan yang diajukan sebesar Rp 28 miliar.

Menurut Wahyudi, anggaran yang diajukan itu sudah sangat rasional, efisien dan efektif dari jumlah yang diajukan sebelumnya sebesar Rp 32 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk membayar honor petugas pengawas mulai dari tingkat kecamatan, desa dan TPS, juga untuk operasional serta sosialisasi.

"Kami akan tetap pada pendirian. Kalau memang tidak ada ya bagaimana. Kami nanti akan bersurat ke Bawaslu Provinsi (Jawa Timur) juga. Untuk sementara ini kami masih dalam posisi menunggu,” ucap Wahyudi.

Di sisi lain, Sekretaris Pemkab Malang, Didik Budi Muljono, mengatakan, kecil kemungkinan pihaknya menambah nominal dana hibah kepada bawaslu.

Pemkab Malang hanya bisa menyanggupi kekuatan anggaran hibah untuk bawaslu adalah Rp 23 miliar. Hingga kini, pihaknya bersikap menghormati semua proses yang berjalan.

“Ya silakan, nanti akan ada rapat lagi dengan bawaslu pusat. Ya memang kemampuan anggaran kami seperti itu," kata Didik Budi Muljono yang juga daftar sebagai bakal calon Bupati Malang lewat PDI Perjuangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved