Kota Batu

Pemerintah Tidak Bisa Padamkan Kebakaran di Banyak Gunung, Gubernur Jatim Imbau Salat Istisqa

PEMERINTAH TIDAK BISA PADAMKAN KEBAKARAN di Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Kawi, Gunung Raung hingga Gunung Ijen.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: yuli
hayu yudha prabowo
KEBAKARAN ARJUNO, 11 OKTOBER 2019 - Titik api kebakaran hutan Gunung Arjuno mengepulkan asap, terlihat dari kawasan Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Jumat (11/10/2019). Kebakaran hutan Gunung Arjuno yang sejak empat hari meluas hingga masuk kawasan Desa Toyomarto Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dan belum bisa dipadamkan. 

PEMERINTAH TIDAK BISA PADAMKAN KEBAKARAN di Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Kawi, Gunung Raung hingga Gunung Ijen.

SURYAMALANG.COM, BATU - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pesantren-pesantren di Jawa Timur menggelar salat istisqa untuk memohon hujan.

Pasalnya sampai saat ini Gunung Arjuno, Semeru, Kawi, bahkan Ijen masih berkobar lantaran kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu, bertepatan dengan Hari Santri, Khofifah mengajak 6000 pesantren di Jawa Timur untuk salat istisqa' dengan harapan hujan segera turun agar memadamkan kebakaran dan membawa berkah bagi Jawa Timur.

"Penanganan karhutla Jawa Timur ini kan memang topografi areanya yang terbakar terjal. Sampai 70 derajat. Kemarin tanggal 12 kita dapat bantuan helikopter untuk water bombing. Saat ini heli yang bisa melakukan water bombing banyak dibutuhkan di daerah lain. Maka kita butuh support 1 heli untuk wilayah Arjuno," kata Khofifah usai mengunjungi korban pengungsi angin kencang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (21/10/2019).

Dikatakan Khofifah, musim kemarau tahun ini begitu panjang. Dan berdampak luas di Jawa Timur. Bahkan di Gunung Ijen, akibat karhutla juga mengakibatkan penutupan jalan akses menuju blue fire.

"Kami butuh satu heli water bombing. Kalau masih bisa di-deploy (digerakkan), maka kita berharap bisa ditransfer ke Jawa Timur," ulangnya.

Khusus untuk Hari Santri yang diperingati besok, ia secara khusus mengajak santri dan para kiai untuk menggerakkan masyarakat mendirikan salat istisqo. Sebab berdasarkan salat istisqo yang dilakukan di Mapolda beberapa waktu lalu ternyata cukup berdampak positif.

Dikatakan mantan Menteri Sosial ini, usai mendirikan salat istisqo di mapolda Jatim di pagi hari, sorenya lima kabupaten dilaporkan milai mendung. Dan sehari setelahnya terjadi hujan.

"Karena kemarau ini luas dan panjang, maka kita butuh lebih banyak kekuatan yang berkenan memberikan hadiah dengan munajat mohon hujan dengan salat istisqo di banyak titik," tegas Khofifah.

Ia berharap minimal 50 persen pesantren yang ada di Malang Raya, Jember, Kediri, Jombang dan se Jawa Timur mendirikan salat istisqo maka ia optimistis Allah akan menurunkan hujan pada bumi Jawa Timur.

"Misalnya 50 persen pesantren di Jatim salat istisqo' mudah mudahan Allah turunkan hujan yang barokah. Yang bisa padamkan karhutla dan memberikan air kehidupan di Jatim," pungkas Khofifah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved