Nasional
Jurus Licik Polisi Gadungan Menyuruh Wanita Telanjang dalam Video Call, Kejahatan Muncul Seusai Puas
Jurus Licik Polisi Gadungan Menyuruh Wanita Telanjang dalam Video Call, Kejahatan Muncul Seusai Puas
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Modus polisi gadungan berpangkat Brigadir yang meminta video call panas berhasil menipu seorang wanita di Kulon Progo.
Tipu daya pria asal Lampung yang mengaku sebagai Brigadir Polisi itu berhasil membuat wanita Kulon Progo mau melakukan video call panas.
Dengan niatan memeras, pria yang mengaku sebagai Brigadir Polisi itu mengancam akan menyebarluaskan video panas tersebut jika tidak menuruti keinginannya.
Saat sang wanita tak mengikuti perintah si polisi gadungan, akhirnya video call panas keduanya disebar melalui media sosial Facebook dan WhatsApp.

Melansir dari Tribun Jateng dalam berita berjudul "Awalnya Chatting Lama-lama Video Call Minta Bugil, Modus Brigadir Abal-abal Peras Korban", Kepolisian Sektor Kalibawang mengungkap kasus dugaan distribusi dan transmisi konten video asusila di media sosial, Rabu (30/10/2019).
Kasus penyebaran konten video asusila di media sosial itu menimpa seorang wanita berinisial T (32) warga Kalibawang, Kulon Progo.
Sosok yang menjadi pelaku konten video asusila adalah AP (23) warga Lampung yang mengaku sebagai brigadir polisi.
Kronologi Kejadian
1. Bermula dari Pesan Facebook
Kejadian bermula dari adanya pesan dalam kotak masuk akun Facebook korban pada Jumat (4/10/2019) lalu.
Pesan itu berasal dari akun bernama Juanda dengan foto profilnya mengenakan seragam polisi.
Dari situ, komunikasi pun terjalin dilanjutkan percakapan intim melalui Whatsapp.
2. Kenalan di Facebook Berujung Video Call WhatsApp
Pada suatu ketika, keduanya saling mengobrol melalui panggilan video (video call) di aplikasi percakapan tersebut dan pelaku meminta korban untuk menanggalkan pakaiannya.
Termakan bujuk rayu pelaku, korban pun menuruti kehendaknya.
Kasubag Humas Polres Kulon Progo, AKP Sujarwo, Rabu (30/10/2019), menjelaskan jika pelaku melakukan perekaman video panas tersebut tanpa sepengetahuan korban.
"Tanpa sepengetahuan korban, pelaku ternyata merekam adegan itu,"
3. Meminta Tebusan Rp 5 Juta
Setelah merekam video tanpa sepengetahuan korban, pelaku meminta tebusan uang sebesar Rp 5 juta.
Jika tak menurut, pelaku mengancam akan menyebarkan video korban di media sosial Facebook dan WhatsApp.
"Setelah itu, ia meminta uang Rp5 juta kepada korban sambil mengancam akan menyebarkan video tersebut ke media sosial dan teman-temannya jika korban tak segera mentransfernya,"kata Kasubag Humas Polres Kulon Progo, AKP Sujarwo, Rabu (30/10).
4. Video Disebar di Facebook dan WhatsApp
Korban yang juga diketahui berstatus sudah menikah itu tentu saja menolaknya dengan keras.
Dari situ komunikasi terputus dan selang beberapa waktu kemudian video asusila itu benar-benar disebarluaskan pelaku di Facebook dan Whatsapp.
Korban yang merasa tidak terima atas tindakan pelaku lalu melaporkannya ke polisi.
5. Pelaku Berasal dari Lampung
Keberadaan pelaku kemudian berhasil terlacak di Lampung.
Rupanya, lelaki itu di Lampung juga tengah terjerat kasus hukum untuk perkara pencurian.
Petugas Polsek Kalibawang masih menunggu kasusnya di Lampung tuntas tertangani sebelum menjerat pelaku atas kasus video berkonten kesusilaan tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Kalibawang, Iptu Hadi Purwanto mengatakan pelaku memang bermotif ingin melakukan pemerasan pada korban.
Yakni dengan ancaman penyebaran video tersebut.
Namun, dalam kasus ini, tindak pemerasan belum sepenuhnya terjadi karena korban enggan untuk mentransfer uang kepada pelaku.
Polisi kemudian menjeratnya dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi elektronik (UU ITE) karena telah menyebarkan konten pornografi di media sosial.
Hadi mengatakan, dalam video call itu, pelaku memang mengaku sebagai anggota Polri berpangkat brigadir.
Meski korban sudah bersuami, ia termakan bujuk rayu pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi.
"Penyelidikan kami, pelaku ini punya dua akun Facebook atas nama Juanda yang mengaku sebagai polisi dan satunya atas nama Danurama mengaku sebagai tentara. Padahal aslinya dia pengangguran,"kata Hadi