Ini Alasan Petani di Gresik & Blitar Diciduk Polda Jatim Karena Budidayakan Benih Kangkung & Buncis

Ini Alasan Petani di Gresik & Blitar Diciduk Polda Jatim Karena Budidayakan Benih Kangkung & Buncis

Ini Alasan Petani di Gresik & Blitar Diciduk Polda Jatim Karena Budidayakan Benih Kangkung & Buncis
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi - 3 Alasan Petani Pembudidaya Benih di Gresik & Blitar Diringkus Polda Jatim, Ilegal Tak Bersertifikasi 

SURYAMALANG.COM -Berikut adalah 3 alasan petani pembudidaya benih kangkung di Gresik dan benih buncis di Blitar diringkus Polda Jatim

Penangkapan kedua petani asal Gresik dan Blitar oleh Polda Jatim tersebut dikarenakan mereka menjual bibit hasil budidaya benih ilegal

Kedua petani pembudidaya benih di Gresik dan Blitar tersebut diketahui telah membudidayakan benih kangkung dan buncis secara ilegal tanpa sertifikasi yang kemudian dipasarkan pada publik. 

Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap hasil penyelidikan terhadap petani pembudidaya benih tanaman di Blitar dan Gresik, Rabu (30/10/2019).

Polisi meringkus pria berinisial K (56) di Gresik dan SM (48) di Blitar, Jawa Timur.

Barang buktinya berupa 15 ton benih kangkung dari tangan K dan 1,7 ton benih buncis dari tangan SM.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim kompol Wahyudi mengatakan, keduanya memproduksi benih selama sembilan tahun sejak 2011.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim kompol Wahyudi, Kepala UPT Pengawasan Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Darlina Yuni Astuti, dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, membeberkan bukti hasil penyitaan dari produsen benih tanaman.
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim kompol Wahyudi, Kepala UPT Pengawasan Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Darlina Yuni Astuti, dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, membeberkan bukti hasil penyitaan dari produsen benih tanaman. (luhur pambudi)

Berikut adalah 3 alasan Polda Jatim meringkus petani pembudidaya benih kangkung di Gresik dan benih buncis di Blitar:

1. Benih Dibudidayakan Tanpa Sertifikasi

Wahyudi mengatakan, kedua pelaku memproduksi benih holtikultura tidak melewati serangkaian tahapan proses sertifikasi kelayakan benih.

Halaman
123
Penulis: Frida Anjani
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved