Malang Raya
Kota Malang Terancam Banjir Bandang, Perlu Gali 1.000 Sumur Injeksi Ukuran 1x10 Meter
Prof Dr M Bisri menyampaikan perlu lebih dari 1000 sumur injeksi untuk menghadapi ancaman banjir bandang di Kota Malang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Guru besar Universitas Brawijaya (UB) bidang sumber daya air dan lingkungan, Prof Dr M Bisri, menyampaikan perlu lebih dari 1000 sumur injeksi untuk menghadapi ancaman banjir bandang di Kota Malang.
Hal ini karena embung yang ada di Kota Malang sudah tidak ada dan berubah fungsi jadi gedung.
"Karena saya lahir di Malang, saya tahu di mana saja lokasi embung-embung itu," jelas Bisri saat jadi narasumber seminar nasional "Infrastruktur Berkelanjutan Era Revolusi Industri 4.0" di aula ITN Malang, Kamis (31/10/2019).
Dia menyebutkan, dulu embung berada di Jl Bogor, kemudian di Pulosari yang sekarang jadi gedung untuk supermarket Giant, kemudan di belakang Museum Brawijaya yang sekarang jadi perumahan mewah serta di gedung KNPI, Jl Kawi.
"Masa ada gedung kok di bawah? Sekarang jadi gedung KNPI. Dulu itu buat embung," jelas dosen di Teknik Pengairan UB ini.
Karena tak ada tempat yang menampung air saat hujan, terjadilah banjir. Solusi mikronya, dibuat sumur injeksi sebab lokasi eks embung sudah berubah fungsi.
"Jika ada sumur injeksi, maka bisa sekalian untuk konservasi air," jelasnya.
Ukuran sumur injeksi idealnya diameter 1 meter dan kedalamannya 10 meter.
Prof Bisri ingin menyampaikan hal itu jika bertemu langsung dengan Wali Kota Malang Sutiaji.
• Prof Bisri: Pak Sutiaji ini Backgroundnya juga Pondok Tambakberas, Bisa Jadi Wali Kota Malang

Menurut dia, seribu sumur injeksi itu harus ada di semua kelurahan.
Jika ini belum bisa dilaksanakan karena perlu penyiapan anggaran, maka tindakan yang bisa dilakukan segera adalah melakukan bersih-bersih oleh seluruh warga Kota Malang. Sebab kemungkinan November mulai turun hujan.
Bisa jadi ada sampah-sampah di saluran air. Selain itu juga membangun saluran-saluran primer yang langsung menyudet ke sungai.
Menurut dia, Pemkot Malang seharusnya juga ketat soal tata ruang.
Prof Bisri juga meminta pada Teknik Pengairan UB Malang untuk membuat program empat tahun tentang solusi drainase walau mungkin nanti tidak ideal karena anggaran pemerintah daerah terbagi-bagi ke banyak program.
Karena itu, diusulkan gerakan menabung air lewat sumur injeksi itu. Beberapa kawasan di Kota Malang rawan menjadi genangan air hujan lalu seperti di Jl Veteran, Soehat-Griya Shanta, Sudimoro, dll.