Universitas Brawijaya Malang

Pengelola Situs Buangdisini.com Siap Jemput Sampah dari Warga Kota Malang, Begini Caranya

Buangdisini.com di #Malang menerima 6 jenis sampah yaitu plastik, alumunium, kertas dan kardus, botol dan kaca, seng dan besi, kuningan dan tembaga.

Pengelola Situs Buangdisini.com Siap Jemput Sampah dari Warga Kota Malang, Begini Caranya
bella ayu kurnia putri
“Buangdisini.com menawarkan kemudahan dalam bidang tabungan cuma sampah,” ujar perwakilan buangdisini.com, Shiki, saat ditemui dalam acara Brawijaya Entrepreneur Festival di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jalan MT Haryono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (31/10/2019). 

Buangdisini.com di #Malang menerima 6 jenis sampah yaitu plastik, alumunium, kertas dan kardus, botol dan kaca, seng dan besi, kuningan dan tembaga.

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sekelompok anak muda di Kota Malang membangun situs buangdisini.com untuk mengumpulkan sampah tertentu dari masyarakat.

Mereka bahkan siap menjemput sampah itu, setelah warga mendaftar lewat website, kemudian menyebutkan jenis sampah yang akan dibuang. 

Situs buangdisini.com mencantumkan alamatnya di Jalan Mertojoyo Blok I No 47, Kota Malang

 “Buangdisini.com menawarkan kemudahan dalam bidang tabungan cuma sampah,” ujar perwakilan buangdisini.com, Shiki,  saat ditemui dalam acara Brawijaya Entrepreneur Festival di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jalan MT Haryono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (31/10/2019).

Menurut dia, buangdisini.com menerima 6 jenis sampah, yaitu plastik, alumunium, kertas dan kardus, botol dan kaca, seng dan besi, kuningan dan tembaga.

Masyarakat juga harus mengunggah foto dari sampah tersebut dan selanjutnya pihak buangdisini.com akan menjemput sampah.

Masyarakat dapat memilih apakah sampah yang akan mereka buang akan langsung ditukarkan dengan uang atau ditabung dalam bentuk poin.

Shiki juga menuturkan bahwa perbedaan antara buangdisini.com dengan bank sampah adalah buangdisini.com sudah berbasis teknologi.

“Sejauh ini, kalau bank sampah sepertinya belum berbasis teknologi, jadi kalau bank sampah dia lebih ke buku tabungan,” terang Shiki. 

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved