Kabar Surabaya
Seusai KH Masjkur dari Malang, Ini Daftar Tokoh Jatim yang Juga Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Pemerintah baru saja menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 8 Novembver 2019.
Laporan Wartawan : Sofyan Arif Candra Sakti
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Pemerintah baru saja menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 8 Novembver 2019.
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mendampingi keluarga Almarhum KH Masjkur menerima Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (8/11/2019).
Khofifah mengusulkan agar pemerintah juga memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Khofifah mengungkapkan pihaknya sudah mengkomunikasikan hal itu kepada Tim Pengkaji Peneliti Gelar Pusat (TP2GP) dan tim dewan gelar.
Khofifah juga mengusulkan Raden Trunojoyo (Madura), dan Muhammad Sroedji (Jember) untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.
Gubernur Jawa Timur perempuan pertama ini juga mengungkapkan Jatim masih punya banyak tokoh yang diharapkan mendapatkan anugerah gelar pahlawan.
“Area pergerakan di Jawa Timur itu memang dari dulu menjadi bagian penentu untuk memperoleh kemerdekaan dan mempertahankannya.”
“Semangat dari Jawa Timur, terutama Surabaya, sangat luar biasa,” kata Khofifah kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (10/11/2019).
Sekadar diketahui, tahun ini tokoh dari Jawa Timur yaitu Alm. K.H Masjkur, menerima Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019).
Penganugerahan gelar pahlawan nasional tersebut diserahkan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo kepada cucunya KH Masjkur yakni Mia Anissa Muyassarah.
KH Masjkur lahir di Malang pada 30 Desember 1904, dan wafat pada tahun 1994.
Dia pernah menjabat sebagai Menteri Agama Indonesia keenam yakni pada tahun 1947-1949 dan 1953-1955.
Dia juga pernah menjadi anggota DPR RI tahun 1956-1971 dan anggota Dewan Pertimbangan Agung pada tahun 1968.
Keterlibatannya dalam perjuangan kemerdekaan menonjol di zaman pendudukan Jepang, yakni sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Dia juga tercatat selaku pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi unsur laskar rakyat dan TNI di seluruh Jawa.
Ketika pertempuran 10 November 1945, namanya muncul sebagai pemimpin Barisan Sabilillah.