Universitas Brawijaya Malang

Menteri Basuki ke UB Malang, Beberkan Tahap dan Cara Membangun Ibu Kota Baru di Kalimantan

Menteri Basuki ke UB Malang, Beberkan Tahap dan Cara Membangun Ibu Kota Baru di Kalimantan

Menteri Basuki ke UB Malang, Beberkan Tahap dan Cara Membangun Ibu Kota Baru di Kalimantan
sylvianita widyawati
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Widyaloka, Universitas Brawijaya Malang, Rabu (13/11/2019). 

"Di Putrajaya Malaysia itu kalau sore sudah sepi. Semua sudah pulang ke Kuala Lumpur karena di sana hanya kantor pemerintah," ceritanya.

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menghadiri pengukuhan dua guru besar baru Universitas Brawijaya (UB) yaitu Prof Amin Leksono SSi MSi PhD dan Prof Dr Ir Pitojo Tri Juwono MT di gedung Widyaloka, Rabu (13/11/2019).

Untuk itu, ia izin ke Mendagri tidak datang ke Sentul hari ini yang sedang ada pertemuan dengan para kepala daerah se Indonesia karena datang ke UB. Ia harusnya jadi narasumber.

"Saya melanjutkan silahturahmi antara PUPR dengan UB, terutama Teknik Pengairan Fakultas Teknik sebagai salah satu back bone PUPR," jelas Basuki saat memberi sambutan.

Untuk gubes Pitojo yang juga Dekan FT UB, ia mengapresiasi kajian tentang ibukota negara (IKN) baru di Kalimantan Selatan terkait sumber daya air.

"Terkait IKN, banyak kajiannya. Baik dari sosial ekonomi, politik dll. Tulisan Pak Pitojo ini soal air ini sudah selangkah lebih maju," kata menteri yang ramah ini. Ia menyatakan sedang membuat lomba masterplan IKN. Ia bangga karena diikuti oleh 755 tim. Yang membuatnya kagum karena lomba ini ternyata sangat diminati.

"Mungkin karena ini ibu kota negara. Semua merasa ingin berkontribusi sebagai warga negara," katanya. Sehingga yang dikejar bukan hadiahnya. Juri-jurinya nanti juga dari milenial. "Sebab nanti yang di IKN kan bukan generasi saya. Tapi para milenial sampai 50-100 tahun lagi," jelas Basuki.

Dikatakan, jika memakai konsultan, maka biaya pembuatan master pasti mahal. Dan jika menunjuk, maka akan jadi pertanyaan. Sehingga dipilih dilombakan saja dan nampaknya sangat bergengsi.

Dijelaskan Basuki, ada tiga wilayah yang dikembangkan. Yaitu 4000 hektare untuk kantor pemerintahan, IKN (Ibukota Negara) ada 40.000 hektare dan pengembangan ada 180.000 hektare. Maka hal inti yang dibutuhkan dasar adalah air dan energi.

Untuk dua sumber air mengambil dari intake Sungai Mahakam yang jaraknya 60 Km dari IKN dan tiga calon bendungan. Dua bendungan kecil dan satu besar. Sedang tahap pertama pembangunan IKN pada semester dua 2020 dengan membangun jalan, drainase dll.

Sementara jika IKN mulai 2024, diperkirakan akan dihuni 1,5 juta jiwa. Karena itu masalah air harus dipikirkan. Dan Kementrian PUPR yang pertama kali mengawali pindah kesana.

Jika pindah kesana, maka kebutuhan penghuninya juga harus dipikirkan. Seperti toko. Arah pembangunan di IKN bukan forest city tapi smart metropolis. Pihaknya sudah melakukan studi banding ke berbagai negara yang memiliki pengalaman memindahkan ibukota negara.

"Ada 78 pengalaman," katanya. Dikatakan, jika hanya kantor pemerintahan yang pindah, maka tidak efektif. Karena itu juga harus ada masterplan bisnisnya. Apa perlu mall atau tidak. Karena ke depan, makin banyak perdagangan online.

"Di Putrajaya Malaysia itu kalau sore sudah sepi. Semua sudah pulang ke Kuala Lumpur karena di sana hanya kantor pemerintah," ceritanya.

Sedang Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS, Rektor UB Malang menyatakan sedang menunggu SK untuk 22 gubes. Sehingga bisa menambah jumlah gubes yang saat ini mencapai 252 orang. Rektor juga menyampaikan terima kasih atas bantuan rusunawa terbaru dari PUPR yang diperuntukkan buat mahasiswa asing. Sebab targetnya UB harus masuk peringkat 500 perguruan tinggi dunia.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved