Kota Batu

Susur Sungai Brantas Mulai Kota Batu sampai Malang, Ternyata Banyak Mata Air yang Belum Mati

Hulu Sungai Brantas berada di kaki Gunung Arjuno wilayah Kota Batu. Lokasi persisnya di Arboretum Sumber Brantas, Cangar, Kota Batu.

Susur Sungai Brantas Mulai Kota Batu sampai Malang, Ternyata Banyak Mata Air yang Belum Mati
google maps
Wilayah Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Perum Jasa Tirta I selaku BUMN Pengelola Sumber Daya Air bersama beberapa organisasi masyarakat dan komunitas lingkungan hidup melaksanakan kegiatan susur Sungai Brantas mulai Kota Batu sampai Kampung Warna-warni, Kota Malang.

Kegiatan itu sudah berlangsung sejak Senin (11/11/2019) hingga Jumat (15/11/2019). 

Lazim diketahui, hulu Sungai Brantas berada di kaki Gunung Arjuno wilayah Kota Batu. Lokasi persisnya di Arboretum Sumber Brantas, Cangar, Kota Batu.

Dirut Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan mengatakan, gagasan susur Sungai Brantas sudah direncanakan sejak April 2019. Namun baru bisa terlaksana pada November ini.

“Fokusnya memotret Sungai Brantas. Sebagai sungai terpanjang, 320 Km, ada 17 juta warga di wilayah sungai. Jumlahnya sama seperti penduduk Belanda,” ujar Raymond saat ditemui di Arboretum Sumber Brantas, Cangar, Kota Batu, Rabu (13/11/2019).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M Basoeki Hadimoeljono, bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkominfo Rudiantara, dan Mendag Enggartiasto Lukito, saat mengunjungi Arboretum Sumberbrantas Kota Batu, Jumat (5/1/2017)
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M Basoeki Hadimoeljono, bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkominfo Rudiantara, dan Mendag Enggartiasto Lukito, saat mengunjungi Arboretum Sumberbrantas Kota Batu, Jumat (5/1/2017) (SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz)

Diterangkan Raymond, saat ini problem yang dihadapi Sungai Brantas adalah banyaknya tekanan seperti sampah. Kata Raymond, sampah-sampah yang menghiasi Sungai Brantas banyak berasal dari limbah domestik, yakni dari rumah tangga.

Dalam kegiatan Susur Sungai Brantas, Perum Jasa Tirta I melakukan dokumentasi pemotretan dari udara dan rafting selama tiga hari terakhir. 

Raymond mengatakan, pihaknya telah memperolah data dari hasil penyusuran. Namun belum bisa dijelaskan lebih jauh karena penyusuran belum selesai seluruhnya.

“Kami akan katakan seperti ini loh nanti. Salah satunya yang menyedihkan adalah limbah padat, sampah yang luar biasa. Itu yang menjadi problem bagi kita semua. Pencemaran sektor domestik, limbah rumah tangga yang langsung dibuang,” papar Raymond.

Dirut Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan.
Dirut Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan. (benni indo)

Di sisi lain, Raymond juga menyampaikan kabar baik. Katanya, banyak ditemukan mata air kecil di sekitar Sungai Brantas yang belum mati. Data yang diperoleh akan dikerjakan secara kolektif dengan beberapa pihak terkait.

“Nanti akan lebih lengkap lagi kami sampaikan setelah musim hujan selesai,” paparnya.

Pria asli Malang itu mengatakan, pernah ada laporan 200 mata air di Kota Batu. Dalam tujuh tahun terakhir, jumlahnya menyusut menjadi sekitar 150 an.

Raymond juga mengatakan kalau ancaman krisis air bisa saja terjadi jika kebutuhan tidak sebanding dengan pasokan air.

“Krisis air pasti, ketika total kebutuhan air untuk konsumsi kalah dengan air yang tersedia. Tapi bukan berarti mati, mengecil iya,” tutup Raymond. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved