Breaking News:

Malang Mbois

Kamar Merasa Lebih Mengutamakan Kenyamanan Saat Berbagi

Untuk membantu proses penyembuhan secara mandiri (self healing) Kawan Kamar, di dalam Kamar Merasa juga terdapat anggota seorang psikolog.

facebook.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Untuk membantu proses penyembuhan secara mandiri (self healing) Kawan Kamar, di dalam Kamar Merasa juga terdapat anggota seorang psikolog.

Daisy Poegoeh, psikolog yang tergabung di Kamar Merasa menjelaskan, tidak menerapkan metode terapi, namun metode terapeutik.

“Terminologi terapi dengan terapeutik memang berbeda. Terapeutik itu atmosfer atau lingkungan. Itu bisa kita dapatkan di lingkungan kita, dari hubungan keluarga yang menyamankan, gunung, keindahan bunga-bunga itu terapeutik.”

“Sedangkan terapi adalah suatu proses dimana ada perjanjian, nah makanya ini bukan terapi,” kata Daisy kepada SURYAMALANG.COM.

Karena menjadi tempat yang memiliki atmosfer terapeutik, Kamar Merasa ini memberi kesempatan kepada anggotanya untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Daisy mengatakan dengan menyembuhkan dirinya sendiri, berarti orang itu telah melangkah ke level yang lebih tinggi.

Namun, Daisy menyadari bahwa ketika ada orang yang datang ke komunitas ini, maka tidak akan mudah bagi mereka untuk menceritakan masalahnya langsung kepada orang asing.

Untuk itu Daisy lebih mengutamakan kenyamanan saat berbagi.

“Masalahnya, tidak semua orang itu bisa tiba-tiba menceritakan masalahnya kepada orang asing. kita mengambil sisi kenyamanan saja,” ujarnya.

Menurut Daisy, orang-orang yang datang ke Kamar Merasa ini sesungguhnya memiliki masalah yang lumayan berat.

Halaman
12
Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved