Malang Raya

ITN Malang Punya Guru Besar Baru Bidang Ilmu Arsitektur, Cukup Sebulan Pengajuan SK Sudah Turun

Dikatakan, ia mengurus gelar profesornya pada 9 Agustus 2019 dan SK nya turun pada 1 September 2019.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Prof Dr Ir Lalu Wahyudi MT, guru besar (gubes) baru di ITN Malang. Ia menjadi gubes kedua di ITN dan pertama di Teknik Arsitektur, Kamis (21/11/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - ITN Malang memiliki profesor baru di bidang Ilmu Arsitektur khususnya arsitektur kota yaitu Prof Dr Ir Lalu Mulyadi  MT.

"Saya profesor kedua di ITN dan pertama di Teknik Arsitektur," jelas Lalu Wahyudi pada wartawan dalam perbincangan santai di ruang humas ITN Malang, Kamis (21/11/2019).

Menariknya adalah sangat jarang pegawai yayasan mencapai akademik tertinggi.

"Biasanya yang jadi profesor adalah dosen PNS yang ditugaskan di PTS," kata mantan Rektor ITN Malang ini.

Ia ingin hal ini menjadi semangat koleganya untuk meraih jenjang akademik tertinggi.

"Beberapa dosen ITN, termasuk Pak Rektor Dr Kustamar MT juga dalam proses mengurus menjadi profesor," jelas pria asal NTB ini.

Dikatakan, ia mengurus gelar profesornya pada 9 Agustus 2019 dan SK nya turun pada 1 September 2019.

Prosesnya tak lama karena seluruh persyaratan dipenuhi seperti publikasi ke jurnal terindeks Scopus dan kumnya terpenuhi.

"Percepatan profesor itu ada asal syarat utamanya terpenuhi," jawabnya.

"Saya mengajukan 40 jurnal sejak lulus doktor pada 2008. Oleh Dikti diricek lagi," katanya. Dan tenyata ada.

"Alhamdullilah," jawabnya. Yang membuat bersyukur, di usianya ke 60 tahun, ia bisa meraih profesor.

Alasan ingin meraih jenjang akademik tertinggi karena ia memang punya target juga untuk menyemangati anak-anaknya.

Saat kuliah ia juga selalu tepat waktu. S2 diselesaikan dua tahun. S3 selama tiga tahun. Dan mengurus profesor hanya sebulan.

"Dari yayasan mungkin juga perlu memotivasi dosen-dosennya," sarannya.

Sedang jadwal pengukuhan sebagai profesor baru belum ditentukan. "Menunggu hari baik saya," kata Lalu bercanda.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved