Malang Raya
Telur Ayam Di Jatim Aman, Peserta Sarasehan Makan Telur Bersama
Sarasehan "Menanggapi Isu Pencemaran Dioxine Pada Telur Ayam" diadakan di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Harga telur kini memang naik lagi karena permintaan meningkat. Ini membuktikan bahwa konsumen tidak khawatir mengonsumsi telur.
“Selain itu, menjelang Desember kan banyak kegiatan keagamaan, seperti Natal,” kata dia.
Ia mengambil sisi positif dari isu dioxine itu. Yaitu sampah plastik sebagai ancaman. Sehingga harus dikurangi penggunaan plastik.
“Dari isu ini, peternak telur ayam makin kompak,” kata Kholiq.
Namun ia sempat menyatakan kekhawatiran jika isu seperti itu ada politisnya. Misalkan memburukkan kondisi peternakan rakyat.
Dan akhirnya integrator yang masuk karena melihat peternakan rakyat lemah.
Sedang Dekan Peternakan UB, Prof Dr Sc Agr Ir Suyadi MS IPU menyatakan ada sistem bisnis yang rentan saat isu-isu tak menguntungkan bergulir pada perunggasan dan telur.
Sebab peternakan ini begitu pentingnya untuk perekonomian Indonesia.
Dikatakan dia, dioxine adalah sebuah bentuk dari polimer pendek dari pembakaran plastik.
Sehingga yang tercemar adalah yang dekat dengan sumber. Namun jika pakan, konsumsi air minum, udara yang dihirup dan yang diinjeksi dalam bentuk obat-obatan aman, maka dipastikan hasil/produknya aman. Apalagi untuk peternakan rakyat tidak berkeliaran di sekitar sampah.
Sedang Yudha Satya Wardhana, Sekdin Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menyatakan sudah membuat konter isu dioxine dengan kegiatan mengonsumsi telur ayam.
“Karena peternak dalam membudidayakan ternaknya sudah memiliki standar. Dioxine di Blitar tidak ada karena tidak ada industri disana yang memakai sampah plastik,” kata Yudha di acara itu.
Langkah konter harus dilakukan cepat karena tidak ingin harga telur ayam turun dibawah biaya produksi. Sekarang ini trend harganya sudah bagus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/makan-telur-bersama-usai-sarasehan-isu-dioxine-pada-telur-ayam-di-universitas-brawijaya-malang.jpg)