Kabar Tulungagung
8 Sapi Mati Misterius di Desa Nyawangan, Tulungagung, Warga Duga Ada yang Sengaja Sebar Racun
8 sapi mati secara misterius di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Tulungagung.
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
“Makanya warga terus curiga dan berjaga-jaga,” ungkap Sabar.
Matinya sapi-sapi warga ini sudah dilaporkan ke polisi.
Namun polisi juga kesulitan, karena tidak menemukan bangkai sapi.
“Setiap kejadian baru dilaporkan ke saya sekitar lima atau tujuh hari setelah kejadian.”
“Jadi saya juga tidak tahu detailnya,” terangnya.
Ada pula yang curiga bila kematian sapi ini karena ada modus kejahatan.
Sapi yang mati harganya jatuh hanya sekitar Rp 3 juta per ekor.
Padahal dalam kondisi hidup, utamanya sapi perah belum produksi, harganya sekitar Rp 17 juta.
Modus ini dilakukan untuk mendapat sapi dengan harga murah.
Selanjutnya daging akan dijual layaknya daging sapi pada umumnya, dengan harga normal.
Kepala Dusun Puthuk, Desa Nyawangan, Sutikno mengakui ada enam sapi mati mendadak di wilayahnya.
Dari ciri-cirinya, sapi itu memang mati karena racun.
Sebelumnya sapi dalam kondisi sehat. Tiba-tiba sapi melenguh sangat keras, kemudian ambruk, berdiri lagi, ambruk lagi kemudian mati.
“Ada yang mulutnya berbusa atau lidahnya keluar. Ciri-ciri itu biasanya karena racun,” ucap Sutikno.
Ciri-ciri ini berbeda dengan sapi yang sakit, yang biasanya perutnya dalam kondisi melembung berisi udara.
Atau kasus kematian yang paling banyak ditemui warga, yaitu broyongen (prolapsus uteri).