Kabar Jombang

Putra Kiai Kondang di Jombang Diduga Melecehkan Santriwati, Sudah Jadi Tersangka Tapi Belum Ditahan

Putra Kiai Kondang di Jombang Diduga Melecehkan Santriwati, Sudah Jadi Tersangka Tapi Belum Ditahan

Penulis: Sutono | Editor: eko darmoko
IST
Pengasuh Pondok Pesantren di Jombang Diduga Menodai Santriwati (ILUSTRASI) 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Kasus dugaan pencabulan pengurus sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, terhadap santriwati memicu reaksi berbagai kalangan, termasuk Jaringan Alumni Santri Jombang (JASiJO).

Koordinator JASiJO, Aan Anshori mengecam kekerasan seksual yang diduga dilakukan MSA (39) terhadap anak di bawah umur asal Jawa Tengah, yang juga santriwati di pondok tempat MSA menjadi pengurus.

MSA yang juga putra kiai berpengaruh di Jombang, kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Namun tersangka belum diperiksa polisi.

Aan Anshori mengapresiasi kesigapan Polres Jombang dalam merespons kasus dugaan pencabulan tersebut, serta berani membongkar seluruh skandal yang sebenarnya telah berlangsung lama.

“JASiJO berkeyakinan masih ada korban lain dalam skandal ini. Kepolisian juga tidak perlu minder dan takut, walaupun kasus ini melibatkan ‘orang besar’,” kata Aan Anshori kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (6/12/2019).

Lebih jauh, Aan mendorong polisi untuk menahan tersangka.

Ini perlu dilakukan, lanjutnya, lantaran ancaman pidananya lebih dari 5 tahun, serta agar mempermudah proses penyidikan.

“Juga untuk memberikan keadilan pada publik dan korban,” sambungnya.

Dikatakannya, kasus dugaan pelecehan seksual atau pencabulan terhadap anak di bawah umur, bukanlah kali pertama terjadi di Jombang.

Setahun lalu, lanjutnya, kasus kekerasan seksual dengan korban lebih dari lima orang terjadi di SMPN 6 Jombang.

Sebab itu, dirinya mendorong Pemkab Jombang, lebih serius memperbaiki sistem di semua institusi pendidikan, khususnya pesantren, agar terbebas dari potensi praktik kekerasan.

Termasuk kekerasan seksual, utamanya terhadap anak.

“Kami juga mendesak pemerintah dan DPR RI, agar segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual,” pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved