Advertorial

Pemkot Malang Hattrick Penghargaan di Ujung Tahun 2019

Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Internasional, Pemkot Malang meraih penghargaan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi 2019.

Pemkot Malang Hattrick Penghargaan di Ujung Tahun 2019
BAGIAN HUMAS SETDA KOTA MALANG
Wali Kota Malang, Sutiaji didampingi Sekda Kota Malang, Wasto saat foto bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Pemkot Malang usai meraih Penghargaan Pembangunan Zona Integritas 2019. 

MALANG - Prestasi Kota Malang terus bertambah jelang tutup tahun 2019 ini. Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Internasional, Pemerintah Kota Malang meraih penghargaan Pembangunan Zona Integritas  Menuju Wilayah Bebas Korupsi 2019.

“Ini patut kita syukuri dan wujud komitmen saya bersama Bung Edi (Wakil wali Kota Sofyan Edi Jarwoko) untuk terus melakukan reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih,” ungkap Wali Kota Malang, Sutiaji usai menghadiri acara penganugerahan yang diinisiasi dan diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), di ballroom Bidakara, Jakarta (10/12/2019).

Ditambahkan oleh Wali Kota penghobi bulu tangkis tersebut, penghargaan Zona Integritas berfokus kepada unit yang langsung bersentuhan dengan pelayanan publik.

Di tahun 2019, keberhasilan untuk kota Malang diraih melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. 

“Pasti (kita) tidak berhenti di sini, semuanya (Perangkat Daerah) kita dorong untuk mampu meraihnya, dan memang dari Kemen PAN RB RI secara bertahap dan berkelanjutan memberikan asistensinya,” tambah Sutiaji.

Peduli HAM

Yang membanggakan,  satu hari sebelumnya,  Pemkot Malang juga meraih penghargaan Top 30 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2019, yang juga diinisiasi oleh Kemen PAN RB RI.

Penghargaan itu menggambarkan sebuah proses panjang dalam balutan komitmen yang diusung pasangan Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, dengan muara apresiasi Pemerintah Pusat.

Salah satunya, keterbukaan dan membuka ruang ruang publik untuk dapat menyalurkan aduan, saran, kritik dan masukan kepada Pemerintah Kota Malang.

“Adanya sistem aduan pelayanan publik melalui ‘Sambat Rene Ker’, menunjukkan derajat dan tingginya partisipasi publik. Tentu, saya tekankan dan harapkan, aduan itu tidak hanya ditampung tapi mampu dialirkan dan ditindaklanjuti,” tegas Pak Aji,  demikian Wali Kota Malang akrab disapa.

Tidak hanya berhenti di dua penghargaan, ‘hattrick juga ditorehkan Pemkot Malang dengan diraihnya penghargaan Pemerintah Kota Peduli Hak Asasi Manusia yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM RI.

Awarding digelar di gedung Merdeka, Bandung, dan mewakili pemkot Malang untuk menerima penghargaan,  Kepala Bakesbang,  Zulkifli Amrizal.

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved