Breaking News:

Berita Malang

Berita Malang Hari Ini Populer, 3 Rumah Petani Dibakar dan Pria 58 Tahun Potong Tangan Sendiri

Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Senin 16 Desember 2019 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Kolase Kompas dan Polres Lamongan
Ilustrasi - Berita Malang Hari Ini Populer, 3 Rumah Petani Dibakar dan Pria 58 Tahun Potong Tangan Sendiri 

3. Waspada Angin Puting Beliung Kawasan Malang

Ilustrasi - Postingan viral di Facebook soal turnado atau puting beliung.
Ilustrasi - Postingan viral di Facebook soal turnado atau puting beliung. (Facebook)

Puting beliung jadi bencana yang perlu diwaspadai pada peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.

Masyarakat Malang Raya tampaknya harus waspada. Angin yang berhembus lebih dari 30 kilometer per jam itu, bisa saja terjadi hingga bulan Januari tahun 2020 mendatang.

"Fenomena alam itu (angin kencang) penyebabnya yaitu terbentuknya awan cumulonimbus yang biasanya terbentuk sebelum hujan. Biasanya terjadi saat menjelang atau mengawali musim hujan," kata  Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Musripan, Minggu (15/12/2019).

Musripan menambahkan, awan cumulonimbus sendiri adalah awan pekat yang kemunculannya bermula dari hembusan angin muson baratan. Pergerakannya dari arah barat ke timur.

Tak hanya di Malang Raya, angin tersebut juga bisa saja terjadi di seluruh Jawa Timur.

Musripan, mengingatkan masyarakat waspada. Ada gejala alam yang bisa dikenali dari angin puting beliung.

“Selain angin yang juga harus diwaspadai yaitu hujan deras dan petir,” jelas Musripan.

Timbulnya petir bisa jadi diiringi oleh awan pekat. Musripan menerangkan, petir di musim transisi lebih kuat dari pertengahan musim penghujan.

“Penjelasannya, karena kondisi tanah didaratan belum basah secara merata, jadi ketika ada lompatan energi listrik maka akan keras sekali,” tutur Musripan.

Terkait penanganan akibat bencana puting beliung, Bupati Malang, Muhammad Sanusi mewanti-wanti BPBD Kabupaten Malang cepat lakukan assessment bila diperlukan sewaktu-waktu. Mengingat BPBD punya dana kebencanaan.

Sanusi menerangkan, Pemkab Malang telah mengalokasikan anggaran dana siap pakai (DSP) melalui BPBD sebesar Rp 1 miliar.

"Sudah terserap Rp 700 juta untuk penanganan musibah ditempat sebelumnya, sisa Rp 300 juta ini yang sedang kami upayakan untuk ditambah dari dana darurat sebesar Rp 5 miliar," kata Sanusi

Dana tersebut saat masih melekat di badan keuangan dan aset daerah (BKAD).

"Segera dihitung (kebutuhannya), buat surat pernyataan bencana dari desa dan kecamatan, supaya bisa segera saya tandatangani SK pencairan dana daruratnya, pokoke besok (hari ini) semua harus sudah clear dan tertangani semuanya ," perintah Sanusi.

Instruksi tersebut berlaku bagi pemerintahan di tingkat kecamatan maupun desa, serta masyarakat.

Politisi PKB menilai, kegiatan assesment juga harus cepat dilaksanakan oleh OPD terkait kebencanaan dan Muspika.

"OPD terkait kebencanaan, seperti BPBD PMI diminta untuk tetap siaga terhadap situasi kritis. Termasuk seluruh Camat dan Tagana untuk siaga, ketika ada bencana, maka seluruhnya diintruksikan turun bersama-sama,” beber pria asal Gondanglegi itu.

Sanusi berharap, musibah puting beliung dan bencana lainnya tidak sampai kembali menenjang wilayah Kabupaten Malang.‚Äč

"Semua daerah di wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang berpeluang. Karena musibah bencana puting beliung ini tidak bisa dicegah dan dihadang," jelas Sanusi. (Mohammad Erwin)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved