Kota Batu

Malam Tahun Baru 2020, Jumlah Wisatawan di Paralayang Gunung Banyak Kota Batu Akan Dibatasi

Malam Tahun Baru 2020, Jumlah Wisatawan di Paralayang Gunung Banyak Kota Batu Akan Dibatasi

SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Wisatawan berfoto di area take off atlet paralayang Gunung Banyak di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (28/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Tempat wisata Gunung Banyak atau Paralayang selalu menjadi tujuan wisatawan saat menikmati malam pergantian tahun. Jumlah wisatawan yang datang pun meningkat tajam di puncak yang berada 1000 meter di atas permukaan laut itu.

Namun, pengelola membatasi jumlah pengunjung yang akan ke Paralayang. Maksimal, hanya 5000 pengunjung saja. Kepala Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak, Bambang Harianto mengatakan, pembatasan itu dengan alasan keamanan dan kenyamanan.

"Demi keamanan dan kenyamanan pengunjung untuk merayakan Tahun Baru 2020 kami sengaja melakukan pembatasan. Ini agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan karena longsor atau pengunjung yang berdesakan," ujar Bambang, Minggu (29/12/2019).

Di sisi lain, pada malam pergantian tahun baru diperkirakan cuaca akan hujan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pembatasan diberlakukan.

Sepanjang liburan Natal dan akhir tahun, terjadi lonjakan pengunjung ke Paralayang. Peningkatan mencapai 100 persen dari kunjungan rata-rata per hari 200-500 pengunjung.

“Kini pengunjung mencapai 1000-1500 per harinya dengan tiket masuk Rp 15 ribu per orang," beber Bambang.

Kawasan Paralayang akan menggelar pesta kembang api serta music perform di Cafe Cangkruk Manuk, Taman Langit.

Sementara itu, Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Batu, Achmad Choirul Rochim menambahkan jika banyak persiapan memasuki cuaca hujan lebat yang diperkirakan oleh BMKG hingga akhir tahun ini.  

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan seperti longsor dan banjir pihaknya akan melakukan penguatan Posko, penambahan personil bersama unsur SKPD terkait. Serta melakukan monitoring secara insentif di wilayah rawan bencana.

Untuk Kota Batu diungkapnya jika wilayah rawan banjir seperti Kelurahan Nggalik, Tamas karena padat penduduk. Sedangkan yang terbaru adalah Desa Sidomulyo kemarin akibat saluran irigasi yang menyempit dan banyaknya sampah.

"Begitu juga dengan tempat wisata yang berada di ketinggian dan rawan longsor kami juga selalu melakukan pemantauan. Misalnya di paralayang gunung banyak dan daerah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang berada di ketinggian dan kemiringan yang juga rawan longsor," paparnya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved