Malang Raya
21 Persimpangan di Kota Malang Akan Dilebarkan Demi Mengurangi Kemacetan
Dalam mengatasi kemacetan tersebut Wali Kota Malang Sutiaji bersama dengan tim ahli dari Universitas Brawijaya (UB) OPD dan TNI/Polri melakukan kajian
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kemacetan di Kota Malang seakan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Kota Malang.
Tak jarang, beberapa masyarakat akhir-akhir ini sering mengeluhkan soal kemacetan di Kota Malang melalui media sosial.
Dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan dengan belum adanya penambahan jalan baru di Kota Malang, membuat sejumlah jalan di Kota Malang menjadi macet.
Apalagi di wilayah-wilayah tertentu, yang menghubungkan, antara Kota Malang dengam Kabupaten, ataupun di jalan-jalan pusat Kota Malang.
Dalam mengatasi kemacetan tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji bersama dengan tim ahli dari Universitas Brawijaya (UB), OPD dan TNI/Polri telah melakukan kajian.
Yaitu akan melebarkan persimpangan jalan yang rencananya akan dimulai pada tahun 2020 mendatang.
Ada 21 persimpangan yang akan dilebarkan, salah satu di antaranya ialah persimpangan Ranugrati dan persimpangan Tunggulwulung.
"Kami sudah mengkajinya melalui aplikasi. Dan titik pertama yang akan kami uji coba di persimpangan Tunggulwulung, karena di sana ada perlimaan," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Senin (30/12/2019).
Orang nomor satu di Kota Malang itu juga menunjukkan kepada kami skema penguraian arus lalu lintas melalui aplikasi di Handphonenya.
Dia optimis, melalui kajian tersebut, nantinya akan dapat mengurangi arus lalu lintas dalam kisaran beberapa kilometer.
"2020 nanti akan ada penguraian arus lalu lintas. Tentunya kami juga akan membuat manejemen rekayasa lalu lintas," ucapnya.
Pengentasan kemacetan di Kota Malang akan dilakukan oleh Pemkot Malang secara bertahap.
Untuk di tahun 2020 selain fokus untuk mengurai arus lalu lintas, pihaknya juga mulai melebarkan jalan.
Sedangkan untuk di tahun 2021, Pemkot Malang akan mulai melakukan pembebasan lahan rumah-rumah penduduk yang berada di persimpangan.
"Jadi 2019 kajiannya, dan anggaran yang kita gunakan sekitar Rp 10 Miliar. Dan detail engineering design (DED) ada di Dinas PUPR," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wali-kota-malang-sutiaji-2019.jpg)