Malang Raya

Direktur RSUD Kanjuruhan, Abdurachman Belum Juga Ditahan Meski Statusnya Sudah Tersangka

Ada alasan tertentu yang menyebabkan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang itu belum juga dilakukan penahanan.

Direktur RSUD Kanjuruhan, Abdurachman Belum Juga Ditahan Meski Statusnya Sudah Tersangka
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Halaman luar RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Sewlasa (14/1/2020) 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang menjerat Direktur RSUD Kanjuruhan, Abdurachman.

Politisi PKB itu mengaku masih menunggu tindakan lebih lanjut Kejari Kepanjen Kabupaten Malang. Ia tak berkomentar panjang lebar.

"Saya tahu dari pemberitaan. Tapi saya belum dapat surat resmi sebagai tersangka (dari Kejari Kepanjen Malang)," ujar Sanusi ketika dikonfirmasi, Selasa (15/1/2020).

Penyebab & Kronologi Bocornya Pipa Air PDAM di Kota Malang, Terjadi 2 Kali Kebocoran Pipa Besar

Menikmati Sajian Es Santan 68 di Kota Malang, Cukup Bayar Rp 4 Ribuan untuk Cita Rasa Istimewa

Duel Satpam VS Perampok di Jakarta Terekam CCTV, Tangkis Golok Pakai Tangan Kosong, 4 Jari Putus

Sanusi menambahkan, apabila sudah mengantongi surat tersebut, pihaknya akan menonaktifkan jabatan Abdurachman sebagai Direktur RSUD Kanjuruhan.

"Belum terima saya. Belum hari ini. Nanti nunggu saja. Saat ini belum nunggu kejaksaan," papar Sanusi.

Sementara itu, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Muhandas Ulimen menerangkan hingga kini pihaknya masih belum melakukan penahanan terhadap tersangka.

Ada alasan tertentu yang menyebabkan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang itu belum juga dilakukan penahanan.

"Belum dilakukan penahanan. Sampai penyidik tuntas menyiapkan segala yang perlu disiapkan. Batas waktu ya tergantung penyidik. Ada beberapa pertimbangan seperti yang saya sampaikan kemarin," beber Muhandas ketika dihubungi via telepon.

Ketika ditanya sampai kapan akan dilakukan penahanan, Muhandas lagi-lagi belum bisa menyampaikan secara detail.

"Tapi berdasarkan Pasal 21 KUHAP itu sebenarnya memang bisa dilakukan penahanan, karena dikhawatirkan melarikan diri atau mengulangi perbuatannya atau menghilangkan barang bukti. Sampai hari ini penyidik masih berkesimpulan untuk tidak dilakukan penahanan. Gitu ya," tutupnya lalu mengakhiri telepon.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved