Kabar Bekasi

Fakta Asli Modus Penculikan Pria Berkarung, Imingi Anak Uang Rp 50 Ribu, Dapat Bogem Mentah Warga

Fakta asli modus penculikan pria berkarung, imingi anak uang Rp 50 ribu, dapat bogem mentah dari warga.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/kolase ilustrasi pemulung facebook/Wartakotalive
Fakta Asli Modus Penculikan Pria Berkarung, Imingi Anak Uang Rp 50 Ribu, Dapat Bogem Mentah Warga 

SURYAMALANG.COM - Fakta asli modus penculikan pria berkarung yang imingi anak uang Rp 50.000 terungkap

Fakta itu menyangkut kebenaran pesan viral berantai yang menyebut pelaku membawa karung untuk menculik anak yang ternyata hoax. 

Fakta sebenarnya penculik itu hanya mengiming-imingi calon korbannya dengan uang Rp 50.000. 

Hal ini seperti keterangan warga Kranji, Kota Bekasi yang anaknya nyaris jadi korban penculikan

Kasus penculikan anak di Bekasi itu awalnya viral setelah video warga mengintrogasi pria terduga pelaku penculikan beredar. 

Dalam rekaman video, warga nampak geram dengan ulah terduga pelaku hingga satu diantaranya melayangkan bogem keras tepat di kepala bagian kiri terduga pelaku.

Dikutip SURYAMALANG.COM dari TribunJakarta, berikut fakta-fakta selengkapnya:

1. Tidak Ada Penculik Berkarung 

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

Nanda Masito 30 tahun, orangtua bocah yang diduga hendak diculik mengatakan, peristiwa seperti yang terjadi pada video memang benar terjadi.

Namun dia membantah pesan berantai yang menyebutkan anaknya sempat dimasukkan ke dalam karung oleh terduga pelaku.

"Enggak tahu itu, itu bohong makanya saya kaget ko ada berita-berita kaya gitu itu dikarunginlah apalah, anak saya enggak sempet dibawa cuma diiming-iming doang," kata Masito kepada TribunJakarta.com, Senin, (13/1/2020).

2. Pesan Berantai Soal Pria Berkarung Viral 

Viral berita penculikan anak perempuan berusia 7 tahun beredar di medsos, begini penjelasan Polisi
Viral berita penculikan anak perempuan berusia 7 tahun beredar di medsos, begini penjelasan Polisi (Istimewa (Via Wartakotalive) )

Masito menjelaskan, kabar pesan berantai itu juga entah siapa yang pertama kali mengirim.

Dia bahkan mengaku menerima pesan berantai itu dari grup whatsapp sesama tetangga lingkungan tempat tinggalnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved