Breaking News:

Internasional

Gugur Saat Berlayar, Jenazah Pelaut Indonesia Dibuang di Samudra Pasifik, Khawatir Penyakit Menular

Gugur Saat Berlayar, Jenazah Pelaut Indonesia Dibuang di Samudra Pasifik, Khawatir Penyakit Menular

Kolase Tribunnews.com dan Kompas.com
Gugur Saat Berlayar, Jenazah Pelaut Indonesia Dibuang di Samudra Pasifik, Khawatir Penyakit Menular 

SURYAMALANG.COM - Gugur saat berlayar, jenazah seorang pelaut asal Indonesia harus dibuang ke laut di Samudra Pasifik

Jenazah pelaut Indonesia tersebut harus dibuang di Samudra Pasifik lantaran dikhawatirkan membawa penyakit menular untuk kru yang lain. 

Pihak keluarga pun membenarkan kabar tersebut dan telah menerima konfirmasi dari pihak berwajib terkait nasib jenazah anggota keluarga mereka harus dibuang di Samudra Pasifik. 

Ilustrasi - Gugur Saat Berlayar, Jenazah Pelaut Indonesia Dibuang di Samudra Pasifik, Khawatir Penyakit Menular
Ilustrasi - Gugur Saat Berlayar, Jenazah Pelaut Indonesia Dibuang di Samudra Pasifik, Khawatir Penyakit Menular (SURYAMALANG.COM/Haorrahman)

Beberapa hari terakhir, ada kabar beredar jika ada seorang pelaut asal Indonesia yang meninggal dunia ketika berlayar menjalankan tugas. 

Sayangnya, jenazah sang pelaut harus di buang di luasnya Samudra Pasifik dan tidak bisa dibawa pulang ke Indonesia atau daratan. 

Hal ini berkaitkan dengan risiko kesehatan yang bisa menyerang anggota kru kapal yang lainnya. 

Pelaut Indonesia yang jenazahnya dibuang di Samudra Pasifik itu berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Alfatah, pelaut asal Enrekang dilaporkan meninggal di atas kapal dan jenazahnya dibuang di laut.

Informasi tersebut beredar di media sosial (medsos) Instagram maupun Facebook.

Kabarnya, Anak Buah Kapal (ABK) asal Dusun Banca, Desa Bontongan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan itu, meninggal karena sakit.

Halaman
1234
Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved