Breaking News:

Sidang Pembunuhan Begal di Malang

Jelang Putusan ZA, LKSA Darul Aitam Belum Mendapat Informasi Terkait Rencana Pembinaan

Nama (LKSA) Darul Aitam muncul dalam tuntutan yang dibacakan JPU bagi ZA dalam sidang tuntutan, Selasa (21/1/2020).

TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam yang berada di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang 

SURYAMALANG.COM, WAJAK - Jelang sidang putusan kasus ZA, pelajar SMA yang tusuk begal, pihak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam belum mendapat informasi apapun.

LKSA yang berada di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang itu belum mendapatkan informasi sama sekali perihal pihaknya yang ditunjuk akan melakukan pembinaan terhadap ZA.

"Belum ada kabar sama sekali dari pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) ataupun Dinas Sosial Kabupaten Malang. Bahkan pihak dari Bapas atau Dinsos juga belum datang kesini untuk membahas rencana ZA akan dibina di sini," ujar pengurus harian LKSA Darul Aitam, Surono kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Rabu (22/1/2020).

Minta ZA Diputus Bebas di Kasus Begal, Kuasa Hukum : Ontslag van Rechtvervolging Layak Diberikan

Jelang Putusan Bagi ZA, Pakar Hukum Pidana UB, Prijo Sujatmiko Dukung Polisi & Jaksa

Bakal Ada Aksi Dukungan Saat Sidang Putusan Kasus Pelajar Bunuh Begal di Malang, Kamis 23 Januari

Ia menjelaskan biasanya bila ada anak yang akan dibina di LKSA Darul Aitam, pihak pengantar terlebih dahulu memberi kabar.

"Satu hari atau dua hari sebelumnya biasanya kita dikabari oleh pihak pengantar bahwa ada anak yang akan dibina disini," tambahnya.

Surono juga menerangkan LKSA Darul Aitam ini pada awalnya merupakan sebuah panti asuhan.

"Jadi sebenarnya LKSA Darul Aitam ini awalnya merupakan panti asuhan. Namun pada tahun 2016, kita ditunjuk oleh Kemensos untuk melakukan pembinaan kepada Anak Berhadapan Hukum (ABH). Sehingga di sini selain membina anak yatim piatu juga membina anak anak ABH. Dan selama tiga tahun terakhir ini, sudah ada ABH sebanyak 10 anak lebih yang dibina," bebernya.

Namun ia mengakui bahwa tidak semua ABH dapat dibina di tempatnya.

"Bila ada kabar ada ABH yang akan dibina di sini, terlebih dahulu kita akan membicarakan dengan pemilik yayasan. Apakah merasa sanggup untuk membina ABH itu atau tidak, kalau memang tidak sanggup maka kita tidak bisa menerimanya," tandasnya.

Nama (LKSA) Darul Aitam muncul dalam tuntutan yang dibacakan JPU bagi ZA dalam sidang tuntutan, Selasa (21/1/2020).

Dalam sidang itu ZA hanya dituntut satu tahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Wajak, Kabupaten Malang.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved