Malang Raya

Kisah Pembinaan ABH di Malang, Dibina Terkait Kasus Pencurian, Bocah Ini Malah Mencuri Motor

LKSA Darul Aitam selalu mengevaluasi perilaku Anak Berhadapan Hukum (ABH) setiap dua bulan sekali.

kriminologi.id
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam selalu mengevaluasi perilaku Anak Berhadapan Hukum (ABH) setiap dua bulan sekali.

“Sebenarnya tidak ada batasan waktu berakhirnya pembinaan di sini. Tapi, batasan pembinaan sesuai putusan hukum yang kami terima.”

“Misalnya putusan hakim menyebutkan ABH tersebut dibina satu tahun, maka kami akan membina ABH tersebut selama setahun,” ujar Surono, pengurus harian LKSA Darul Aitam kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, pengurus selalu mengevaluasi perilaku ABH di Darul Aitam.

“Kami selalu pantau perkembangan para ABH. Kami evaluasi perilakunya setiap dua bulan sekali,” tambahnya.

Surono menjelaskan pihaknya selalu koordinasi dengan pihak Balai Pemasyarakatan, Dinas Sosial Kabupaten Malang, dan pihak kepolisian dalam pembinaan terhadap ABH.

“Jujur saja, ada risiko yang selalu kami hadapi dalam membina ABH. Kadang kenakalan ABH masih tetap muncul.”

“Beberapa tahun lalu ada ABH kasus pencurian dibina di sini. Ternyata ABH itu malah mencuri motor milik pengurus LKSA.”

“Kami langsung koordinasi dengan pihak kepolisian sehingga ABH tersebut dan motornya dapat diamankan,” bebernya.

Surono menambahkan tidak semua ABH dapat dibina Darul Aitam.

“Bila ada ABH yang akan dibina di sini, kami harus merundingkan dahulu dengan pihak pimpinan yayasan.”

“Takutnya perilaku buruk ABH juga dapat mempengaruhi perilaku santri di ponpes ini,” terangnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved