Breaking News:

Sidang Pembunuh Begal di Malang

Putusan ZA Dinyatakan Terbukti Penganiayaan, Ini Skema yang Harus Dijalani di LKSA Darul Aitam

Sesuai putusan hakim ZA harus menjalani pembinaan di LKSA Darul Aitam sesuai dengan pola pembinaan di sana.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Sidang putusan ZA dilangsungkan di Pengadilan Negeri Kepanjen Malang, Kamis (23/1/2020). Nampak ZA tengah bersiap menerima putusan di dalam ruang sidang 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Putusan bagi ZA di sidang Pengadilan Negeri Kepanjen menyatakan pelajar SMA pembunuh begal di Malang itu terbukti melakukan penganiayaan sesuai pasal 351 KUHP.

Sidang putusan ZA menyatakan pelajar asal Gondanglegi itu diputuskan majelis hakim agar dikirim ke LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) di Darul Aitam Wajak untuk menjalani pembinaan selama satu tahun.

Seperti apakah 'hukuman' yang harus dijalani ZA sesuai putusan hakim itu ? 

BREAKING NEWS : Putusan Bagi ZA, Remaja Pembunuh Begal Malang Dikirim Ke LKSA Dairu Aitam

Ungkapan Hati Teddy Suami Lina Setelah Jadi Bulan-bulanan di Media Sosial, Hanya Pasrah Menerima

Pemuda Lumajang Bunuh Paman Sendiri dengan Pedang Demi Selamatkan Nyawa Ayah dari Ancaman Celurit

Sesuai putusan hakim ZA harus menjalani pembinaan di LKSA Darul Aitam sesuai dengan pola pembinaan di sana.

Berdasarkan lioutan SURYAMALANG.COM sebelumnya di LKSA di Wajak itu dan menurut Balai Pemasyarakatan (Bapas ) Malang ZA akan mendapat pembinaan layaknya seorang santri pondok pesantren saat dibina di LKSA Darul Aitam Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Bapas Malang, Indung Budianto memastikan akan memberikan pendampingan penuh terkait pembinaan yang akan diberikan kepada ZA.

ZA akan tinggal di asrama LKSA sembari mendapatkan pendidikan dan ilmu agama.

Pemilihan LKSA Darul Aitam adalah karena sudah melakuka MoU dengan Bapas Malang. Juga sesuai prosedur Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Pembinaan secara agama akan dilakukan. Juga psikologi dan pendidikan ZA. Mengingat ZA akan melakukan ujian nasional," beber Indung.

Indung memastikan, ZA tidak akan dipindah dari sekolah asalnya. Alias statusnya masih di salah satu SMA di Gondanglegi. ZA merupakan siswa kelas 12.

"ZA tetap akan sekolah di SMAN itu tapi tinggalnya musti di LKSA. Biar anak ini fokus ke ujian nasional juga," kata Indung.

Terkait segala biaya transportasi, akan dikenakan pada pihak wali ZA.

Jarak rumah ZA dengan Kecamatan Wajak cukup jauh. Butuh jarak 15 kilometer agar bisa sampai di Desa Patokpicis tempat LKSA Darul Aitam.

"Namun kami akan terus beri pendampingan dan pembinaan," kata Indung. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved