Kabar Sidoarjo

Video Viral Dugaan Pemalakan Sopir Truk di Sidoarjo, Ini Fakta Sebenarnya Versi Pelaku

Dalam video yang viral terlihat dua orang pria di luar truk terlibat cekcok dengan orang yang berada di dalam truk. Tapi keterangan fakta berbeda

Penulis: M Taufik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/M Taufik
Terduga Pelaku pemalakan yang videonya viral, saat dimintai keterangan petugas kepolisian 

SURYAMALANG.COM, SIDOOARJO - Video tentang dugaan pemalakan terhadap sopir truk di jalur Lingkar Timur Sidoarjo sempat viral di media sosial.

Sempat viral dan membuat polisi turun tangan, dua pelaku yang disebut pemalak di video itu justru memberi keterangan berbeda.

Video berdurasi 12 detik itu diunggah akun Facebook Romansa Sopir Truck pada 20 Januari 2020.

Dalam video tersebut, terlihat dua orang pria di luar truk terlibat cekcok dengan orang yang berada di dalam truk.

Update Bencana Banjir Bandang Dau Malang, Daftar Nama 7 Orang yang Jadi Korban

Penampilan Serasi Mayangsari & Bambang Trihatmodjo di Ulang Tahun Tutut Soeharto, Kompak Foto Bareng

Teguh Amiruddin Ingin Tetap Pakai Nomor Punggung 15 di Arema FC, Ini Alasannya

Satu dari dua pria itu sempat berusaha membuka pintu truk, tidak bisa, lantas berusaha masuk lewat jendela truk.

"Mengetahui video itu beredar luas, kami langsung menindaklanjutinya. Tim ciber Polresta Sidoarjo bergerak mencari orang dalam video tersebut," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Jumat (24/1/2020).

Hasilnya, petugas berhasil menemukan dua pria itu. Mereka adalah Dzulkifli dan Adi Sucipto terduga pelaku pemalakan sopir truk di Lingkar Timur Sidoarjo sebagaimana dalam video.

Keduanya warga Buduran. Dzulkifli diketahui bekerja sebagai Security di wilayah Wadung Asri, Buduran, Sidoarjo.

Saat dimintai keterangan polisi, Dzulkifli pun menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian itu pada Senin (20/1/2020), sekira pukul 16.00 WIB.

Dia bersama kawannya berpapasan dengan kendaraan truk wing box di barat perempatan Desa Prasung, Buduran.

“Saat itu arus lalu lintas macet, saya menegur sopir truk bahwa sore pukul 4 harusnya truk besar dilarang lewat supaya tidak menambah kemacetan. Tapi kernet truk tidak terima. Saya pun mengejarnya dan menghentikannya hingga sebelah utara Desa Wadung Asih," kata dia.

"Saya lanjut menegur sopir truk dengan menaiki sebelah pintu truk. Dan saya tidak minta apapun kepada sopir truk," tambah Zulkifli.

Tentang aksinya berusaha masuk lewat jendela truk, diakuinya karena cekcok mulut dengan kernet truk itu.

Ditemui di Polresta Sidoarjo, Jumat siang, Zulkifli mengaku bahwa peristiwa itu banyak saksinya. Dan dia berulangkali menyebut tidak ada aksi minta uang sama sekali saat itu.

Bagaimana setelah video itu viral? "Ya tentu kami dirugikan. Bagaimana keluarga saya, dan sebagainya. Wong tidak ada pemalakan kok disebarkan pemalakan," keluh dia.

Di sisi lain, polisi masih berusaha mengembangkan perkara ini. Petugas mencari siapa yang mengambil video dan menyebarkannya ke media sosial itu.

"Kami juga mencari sopir dan kernet truk itu untuk diklarifikasi atau dimintai keterangan. Agar semua clear, apakah memang ada pemalakan atau tidak," kata Kapolres Zain.

Selain itu, Kapolres juga mengaku sudah menerjunkan personelnya untuk meningkatkan kegiatan patroli di kawasan Lingkar Timur Sidoarjo. Sebagai bentuk antisipasi terhadap peristiwa kejahatan jalanan di sana.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak asal mengunggah foto atau video yang belum pasti kebenarannya. Supaya tidak menimbulkan keresahan," imbuhnya

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved