Kabar Surabaya
Gus Putra Kiai di Jombang Diduga Menyetubuhi Santriwati, Polda Jatim Akan Jemput Paksa Jika Mangkir
Gus Putra Kiai di Jombang Diduga Menyetubuhi Santriwati, Polda Jatim Akan Jemput Paksa Jika Mangkir
Sebuah elemen masyarakat yang konsen terhadap isu kekerasan perempuan melakukan unjuk rasa.
Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual di Jombang, Jawa Timur, berunjuk rasa di depan Markas Polres Jombang, Rabu (8/1/2020) silam.
Korlap massa, Palupi Pusporini mendesak petugas kepolisian segera menangkap MSAT dan menahannya atas perbuatan kekerasan seksual terhadap santriwatinya.
"Kasus pencabulan sudah berjalan lama dan belum ada penahanan pelaku. Ini maunya apa," ujar Palupi pada awakmedia di Jombang, Rabu (8/1/2020) silam.
Setelah hampir tiga bulan penyelidikan kasus itu bergulir, ternyata pihak Polres Jombang melimpahkan kasus itu untuk ditangani penyidik Subdit Renakta IV Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (15/1/2020).
Gus MSAT diketahui dua kali mangkir dari panggilan polisi.
Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan MSAT mangkir dari pemeriksaan penyidiknya.
"Yang jelas hingga saat ini MSAT belum juga hadir tanpa alasan yang jelas," ujarnya saat dihubungi awakmedia, Rabu (29/1/2020).
Andrias menuturkan, jikalau MSAT masih kukuh dengan sikapnya yang terus mangkir dari penyidikan hukum, tak ada pilihan lain bagi polisi untuk melakukan pemanggilan paksa.
"Selanjutnya berupa upaya paksa sesuai ketentuan yang yang berlaku, dalam rangka untuk memberikan kepastian hukum terhadap kasus ini," pungkasnya. (Luhur Pambudi)

Viral Siaran Langsung Diduga Putra Kiai Jombang
Sebuah rekaman video berisi ucapan menjelek-jelekkan polisi viral di media sosial.
Dalam rekaman video tersebut, diduga dilakukan MSAT (39), putra kiai ternama Jombang yang jadi tersangka kasus persetubuhan terhadap Santriwati.
Video ini diunggah dalam siaran langsung Instagram oleh pemilik bernama Adeweazalloplos.
Rekaman video berdurasi 1 menit 20 detik ini kemudian viral dan menyebar di platform media sosial lainya, termasuk sejumlah grup WhatsApp.