Kota Batu

Dinas Sosial Kota Batu Belum Miliki Pangkalan Data Pasti Jumlah Rakyat Miskin, Garis Kemiskinan Naik

Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Badan Pusat Statistik (BPS) Batu tengah berkoordinasi untuk membuat satu pangkalan data

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan penjelasan terkait data kemiskinan di Kota Batu, Senin (3/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Dinas Sosial Batu belum memiliki pangkalan data jumlah pasti orang miskin di Kota Batu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso kepada para jurnalis di Balaikota Among Tani, Senin (3/2/2020).

Diterangkan orang nomor dua di Pemkot Batu ini, saat ini Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Badan Pusat Statistik (BPS) Batu tengah berkoordinasi untuk membuat satu pangkalan data agar data pasti orang miskin tidak bias.

Kompensasi Bagi Warga Terdampak Krisis Air Bersih Belum Ditentukan, Wali Kota Malang Konsultasi

Nenek Kalimah Dirujuk ke RSSA Malang, Pemkot Batu Beri Penjelasan

Cinta Terlarang Istri Pelaut & Polisi Terekam CCTV Hotel, Suami Tak Sudi Beri Kesempatan Kedua Lagi

Selama ini, masing-masing instansi memiliki data tersendiri sehingga angkanya tidak sama.

“Ini berdasarkan rapat yang saya ikuti di Jakarta. Ada tiga pihak yang kemudian sepakat agar data itu nanti hanya ada satu. Kalau kemarin di Jakarta itu ada Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri dan BPS,” terang Punjul, Senin (3/2/2020).

Punjul mengatakan, data pasti terkait jumlah orang miskin itu sangat penting.

Pasalnya, faktor kemiskinan adalah salah satu upaya pemerintah untuk terus dikurangi.

Pemkot Batu juga perlu data akurat agar program bedah rumah bagi masyarakat miskin tepat sasaran.

Dikatakannya, Pemkot Batu menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk program bedah rumah.

Dana sebanyak itu akan digunakan untuk merenovasi 50 rumah selama tahun 2020.

Punjul tidak ingin anggaran terus naik karena berarti angka kemiskinan di Kota Batu naik.

“Kami kan terus berupaya agar angka kemiskinan turun. Kalau anggaran naik, berarti orang miskin semakin banyak. Jangan sampai terjadi begitu,” kata Punjul yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Pengendalian Kemiskinan Daerah Kota Batu.

Berdasarkan data statistik kesejahteraan rakyat Kota Batu pada 2019 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik Kota Batu, Garis Kemiskinan (GK) di Kota Batu terjadi kenaikan sebesar 7.28 persen dibanding tahun 2018.

GK di kota Batu yang semula 467.073 rupiah/per kapita/bulan menjadi 501.016 rupiah/per kapita/bulan pada 2019.

GK merupakan representasi dari jumlah Rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved