Karma Dibayar Lunas Saat Emak-emak Sebarkan Berita Hoax Soal Virus Corona, Buat Gempar se-Kalimantan
Karma Dibayar Lunas Saat Emak-emak Sebarkan Berita Hoax Soal Virus Corona, Buat Gempar se-Kalimantan
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Sebuah tweet beredar di Twitter yang mengatakan bahwa virus Corona menyebar lewat ponsel Xiaomi yang dibuat di China.
Tweet tersebut diunggah oleh akun @coromodol, yang kemudian menganjurkan siapa pun yang bersalaman dengan pengguna ponsel Xiaomi untuk segera mencuci tangan.
Berita tersebut adalah hoaks.
Menurut Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto, virus Corona tidak bisa hidup jika menempel di benda mati.
Hal senada juga diungkap Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr.Daeng Mohammad Faqih, yang menjelaskan bahwa novel Virus Corona atau 2019-nCov bisa menular antar-manusia lewat batuk dan bersin.
Virus ini juga menular lewat makanan tercemar air liur orang yang terinfeksi virus tersebut.
Penularan juga bisa terjadi dari hewan ke manusia.
3. Korban meninggal akibat virus Corona di Singapura

Beredar pula kabar tentang meninggalnya seorang yang disebabkan oleh infeksi virus Corona di Singapura.
Faktanya, kabar itu langsung diklarifikasi oleh otoritas Singapura.
Pemerintah Singapura menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks.
4. Virus Corona sengaja disebarkan

Sebuah kabar yang beredar menyebut bahwa virus Corona sengaja dilepas dan disebarkan untuk "mengusir" umat islam.
Dalam informasi tersebut, dikatakan bahwa populasi umat muslim semakin pesat di Wuhan, Hubei, China, di mana virus itu berasal.
Menurut data dari reseach gate pada tahun 2017, yang menghimpun survei yang dilakukan oleh Chinese Urban Research Center for Ethnic and Religious Affairs Management, populasi umat muslim di Wuhan masih kecil.
Dari 4.092 kuesioner yang disebar, hanya 889 orang yang memeluk agama.
Budha masih menjadi agama terbesar dengan persentase 14,69 persen, disusul Kristen 2,86 persen, dan Islam hanya 1,64 persen.