Breaking News:

Kekerasan di SMPN Negeri Kota Malang

Tanggapan Psikolog Terkait Kasus Perundungan Siswa SMP di Kota Malang

Kasus perundungan yang dialami siswa SMP Kota Malang berinisial MS (13) membuat masyarakat prihatin.

Instagram @jokowi
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kasus perundungan yang dialami siswa SMP Kota Malang berinisial MS (13) membuat masyarakat prihatin.

Dosen Psikologi Perkembangan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Dr Elok Halimatus Sa'diyah mengatakan perundungan atau bullying di Indonesia sudah tahap mengkhawatirkan.

“Solusinya bersifat preventif, kuratif, dan rehabilitasi penting dilakukan. Semua pihak harus terlibat, baik keluarga, masyarakat, maupun pemerintah,” ujar Halimatus kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan seorang anak melakukan bullying.

“Yang paling sering muncul adalah pelaku mendapat pengalaman kekerasan yang cukup intens dalam hidupnya, terutama dalam lingkungan keluarga. Bisa jadi orang tuanya bertindak otoriter,” jelasnya.

Akibatnya, hal tersebut bisa menjadi efek domino negatif.

“Di antaranya anak terbiasa berinteraksi dengan orang lain menggunakan kekerasan, minimnya empati terhadap orang lain, mencari perhatian orang lain dengan cara membully, hingga melampiaskan emosi kepada orang lain yang nampak lebih lemah dari dirinya,” imbuhnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Psikologi  UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang ini minta anak tidak menjadi pelaku bullying.

“Yang paling utama adalah penguatan keluarga. Ini merupakan langkah awal dan dasar dari pembentukan karakter anak.”

“Pihak sekolah dan masyarakat juga harus aktif terlibat. Misalnya, guru BK di sekolah harus terlibat aktif dalam mengidentifikasi dan membantu siswa yg berisiko menjadi pelaku dan korban bullying agar kejadian bullying tidak terjadi,” terang Halimatus.

Dia menambahkan masyarakat harus senantiasa memberikan dukungan emosi, dukungan praktis, dan dukungan informasi yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat berisiko.

“Dukungan masyarakat secara aktif akan memaksimalkan proses penguatan masyarakat berbasis keluarga,” tambahnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved