Kondisi Sampah di Pasar Sayur Karangploso Dikeluhkan Pedagang, Ganggu Pengunjung Masuk Pasar

TPS di Pasar Sayur Karangploso keberadaannya kurang tepat karena berada di pintu masuk, jadi mengganggu pengunjung apalagi sampah tak pernah habis

Kondisi Sampah di Pasar Sayur Karangploso Dikeluhkan Pedagang, Ganggu Pengunjung Masuk Pasar
Kondisi sampah yang berada di dekat Pasar Sayur Karangploso, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KARANGPLOSO - Pedagang Pasar Sayur Karangploso keluhkan penanganan sampah.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sayur Karangploso, Sumarno mengutarakan hal tersebut lantaran sampah penanganan sampah di Pasar Sayur Karangploso kurang baik.

"TPS di sini keberadaannya kurang tepat karena berada di pintu masuk. Kondisi ini banyak dikeluhkan para pedagang sebab mengganggu akses para pedagang yang hendak masuk pasar," kata Sumarno, Kamis (6/2/2020).

Justin Bieber Cetak Sejarah Baru di Dunia Maya, Artis Pertama dengan 50 Juta Subscriber di YouTube

Tingkah Yuni Shara Main Tik Tok Bareng Teman Sekolah Anaknya, Awet Muda Bak ABG

Regulasi Berubah, Nasib Pemain Arema FC Belum Aman Meski Sudah Resmi Teken Kontrak

Dilanjutkan Sumarno, proses pengambilan juga tidak tuntas karena armada yang tersedia sangat minim.

Selama ini hanya ada satu unit truck saja untuk kpengangkut sampah.

Satu truk sampah itu dinilai tidak bisa mengakomodir jumlah sampah yang setiap hari terkumpul.

"Antara kendaraan yang mengangkut dengan volume sampah tidak seimbang, jadi meskipun diambil setiap hari, tetap saja ada sisa sampah yang tertinggal di penampungan sementara,” jelasnya.

Dikatakan Sumarno, sampah di tempat itu tidak hanya berasal dari pasar sayur saja, tetapi juga dari pasar semi modern dan masyarakat sekitar.

Diungkapkan Sumarno sebenarnya sudah ada rencana merelokasi ke sebelah barat yang lebih luas dan representatif.

Kepala Unit Pengelolaan Pasar Daerah Pasar Sayur Karangploso, Deni Andrianto mengatakan sudah mendengar adanya keluhan-keluhan pedagang terkait kondisi sampah tersebut.

Ia juga tidak menampik kalau keberadaan tempat sampah merepotkan pengguna jalan.

“Benar memang ada keresahan masyarakat. Hal itu saya anggap wajar, sebab pada saat musim hujan seperti saat ini, limbah sayur akan mudah sekali menimbulkan bau,” jelasnya.

Dikatakannya, ada sejumlah sampah yang bertahan beberapa hari. Samapah tersebut kemudian mengeluarkan cairan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Kami selaku petugas melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup karena hal itu menjadi ranah DLH, sedang kami hanya mengelolah administrasinya saja," tegas Deni. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved