Kekerasan di SMP Negeri Kota Malang

Tak Ingin Perundungan Terulang, Pemkot Malang Minta Penyelenggara Sekolah Pahami SOP

Pemkot Malang minta penyelenggara sekolah memahami Standart Operasional Prosedur (SOP) di dunia pendidikan.

Tak Ingin Perundungan Terulang, Pemkot Malang Minta Penyelenggara Sekolah Pahami SOP
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pemkot Malang minta penyelenggara sekolah memahami Standart Operasional Prosedur (SOP) di dunia pendidikan.

Hal itu setelah terjadi kasus perundungan yang menyebabkan MS, siswa SMP negeri Kota Malang menjadi korban.

Kejadian ini memukul banyak pihak di dunia pendidikan Kota Malang.

Mengingat Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan.

“Kami sudah mengambil hikmah dari kejadian ini. Kami minta seluruh penyelenggara sekolah paham SOP kerja, baik penjaga maupun kepala sekolah,” ucap Wasto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (13/2).

Wasto menyampaikan, bahwa parameter terkait dengan SOP tersebut sudah tercantum di dalam Permendikbud nomor 28 tahun 2015.

Untuk itu dia minta nantinya ada nomor telpon guru, kepala sekolah ataupun Dinas Sosial di sekolah.

Agar nantinya bisa memudahkan anak-anak untuk melapor apabila ada kejadian seperti tindakan kekerasan ataupun kasus bullying.

“Ini sangat sederhana. Karena saat ini tidak ada yang namanya anak SD sampai SMA tidak punya HP.”

“Sehingga dengan demikian mudah-mudahan bisa dicegah secara dini,” ucap Wasto.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved