Sabtu, 11 April 2026

Warga Mangliawan Datangi Kantor DPRD Kota Malang, Minta Solusi & Tagih Janji PDAM Soal Sumber Wendit

Mereka menuntut janji yang disampaikan oleh Perumda Tugu Tirta usai bersepakat dengan warga atas kompensasi sebesar 15 persen.

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Suasana dalam dengar pendapat antara Komisi B DPRD Kota Malang dengan warga desa Mangliawan, Kabupaten Malang di ruang sidang paripurna DPRD Kota Malang, Senin (17/2/2020) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 15 warga Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mendatangi Kantor DPRD Kota Malang pada Senin (17/2/2020).

Kedatangan mereka tersebut untuk menyampaikan keluh kesahnya atas kasus air bersih yang selama ini menjadi masalah dengan PDAM Kota Malang yang kini bernama Perumda Tugu Tirta.

Mereka menuntut janji yang disampaikan oleh Perumda Tugu Tirta usai bersepakat dengan warga atas kompensasi sebesar 15 persen.

Persija Jakarta ke Final Piala Gubernur Jatim 2020, Skor Akhir 2-1, Tunggu Persebaya Vs Arema FC

Aremania Berangkat ke Blitar, Tetap Beri Dukungan Meski Laga Persebaya Vs Arema FC Tanpa Penonton

Bus Macyto Akan Berubah Bentuk, Modifikasi Bus Wisata di Kota Malang Ini Masih Tunggu PAK 2020

Akan tetapi, hingga saat ini kompenasi tersebut belum juga dirasakan dan diterima oleh warga.

"Sejak 2014-2019 dana yang disampaikan ke masyarakat sebesar Rp 23 Miliar. Tapi mana buktinya?," ucap Kepala Badan Pengawas Desa (BPD) Mangliawan, Teguh Prie Jatmono.

Tuntutan yang kedua, warga Mangliawan meminta agar PDAM Kota Malang maupun PDAM Kabupaten Malang segera membongkar pipa yang selama ini mereka gunakan untuk mengambil air di Wendit.

Teguh menjelasakan, bahwa air yang diambil oleh PDAM tersebut merupakan air yang berada di sumbernya langsung.

Untuk itu dia menyarankan agar PDAM mengambil air dengan jarak 500-700 meter dari sumber.

"Kami tidak melarang mereka (PDAM) mengambil air. Tapi ya jangan dari sumbernya langsung. Sekarang kondisi air di Wendit semakin berkurang. Sedangkan kontribusi ke kami mana?," ucapnya.

Sedangkan tuntutan ke tiga, warga Mangliawan ingin supaya kedua PDAM ini untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Dia menyampaikan, bahwa selama ini tidak ada perawatan yang dilakukan oleh kedua PDAM tersebut.

Malahan, saat ini kata Teguh PDAM Kabupaten Malang akan membangun pipa baru lagi di sumber tersebut.

"Ya ini yang saat ini diprotes oleh warga. Mereka maunya mengambil air saja. Tapi tidak mau merawatnya," terangnya.

Untuk itu, mereka memohon kepada DPRD Kota Malang agar diberikan solusi terkait hal ini.

Apalagi, warga Mangliawan sebelumnya juga pernah melakukan dengar pendapat dengan DPRD Kabupaten Malang dan Bupati Malang, Sanusi.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved