Berita Malang Hari Ini
Telan Dana Rp 35 Triliun, Lintas Rel Terpadu (LRT) di Malang Raya Bakal Sepanjang 100 Km
Rencananya, LRT tersebut akan melintasi tiga daerah di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, SUKUN - Pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) di Kota Malang ditaksir akan memiliki panjang sekitar 100 Km.
Rencananya, LRT tersebut akan melintasi tiga daerah di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa saat ini sudah ada investor dari Tiongkok yang akan menginventasikan dana sebesar Rp 35 Triliun.
Rencananya, pertemuan dengan investor tersebut akan dilakukan Pemerintah Kota Malang dalam minggu ini.
"Sebenarnya minggu kemarin mereka mau ke sini (Kota Malang). Tapi karena ada virus corona, insyaallah pertemuan dilakukan minggu ini," ucap Sutiaji, Sabtu (22/2/2020).
Keterlibatan tiga daerah dalam rencana pembangunan LRT ini akan disampaikan Sutiaji kepada investor.
Agar nantinya, LRT ini bisa menjadi destinasi baru untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Malang Raya.
Sutiaji menyampaikan, apabila LRT ini hanya di Kota Malang, kemungkinan hanya memiliki jarak sekitar 35 KM saja.
Sementara dari perhitungan yang telah dilakukan Pemkot Malang bahwa cost per Kilometer untuk membangun LRT ini ditaksir mencapai Rp 300-350 Miliar.
"Kalau di Jakarta per KM sekitar Rp 450 Miliar. Tapi ini di Malang yang lebih minimalis. Kalau diurai misalnya memiliki panjang 100 KM dengan cost Rp 300-350 Juta jadinya kan Rp 35 Triliun," terangnya.
Tak hanya itu, pembangunan LRT ini juga masuk dalam rencana Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk pembangunan pariwisata di Jawa Timur.
Untuk itu, kata Sutiaji dirinya disarankan oleh ibu Gubernur agar segera melakukan koordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian.
Agar nantinya segala urusan termasuk dengan solusi terkait dengan rencana pembangunan LRT ini bisa berjalan dengan lancar.
"Ya itu termasuk saran dari ibu Gubernur. Tapi kami juga akan melakukan pertemuan dengan kepala daerah setempat dalam waktu dekat ini. Dan ini tinggal mencocokkan waktu saja," ucapnya.
Tak hanya itu, dengan adanya LRT yang akan melintasi Malang Raya ini diharapkan oleh Sutiaji bisa menarik wisatawan.
Terutama wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia agar tidak hanya ke Bromo dan ke Bali saja.
"Ini salah satu bentuk dari Implementasi Perpres. Yang harapannya orang luar negeri yang berkunjung di Indonesia itu bisa menyempatkan ke Malang. Karena kita punya potensi pariwisata yang cukup lengkap," tandasnya.