Breaking News:

Kabar Tulungagung

Curhat Cewek SMP di Buku Harian Ungkap Dosa Ayah Tiri Selama 4 Tahun, Ibu Kandung Tak Kuasa Menolong

Curhat Cewek SMP di Buku Harian Bongkar Dosa Ayah Tiri Selama 4 Tahun, Disebut Hubungan Badan Bertiga di Tulungagung

Penulis: David Yohanes | Editor: eko darmoko
Instagram/https://www.123rf.com
Curhat Cewek SMP di Buku Harian Bongkar Dosa Ayah Tiri yang Menyetubuhinya Selama 4 Tahun (ilustrasi) 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Nasib pahit dialami cewek SMP di Tulungagung karena menjadi budak nafsu ayah tirinya selama empat tahun.

Kisah pilu ini dituangkan si cewek SMP melalui curahan hati (curhat) ke dalam sebuah buku harian atau diary.

Ayah tiri tersebut berinisial TW berusia 33 tahun, sedangkan si cewek SMP itu masih berusia 15 tahun.

Akibat perbuatan bejatnya, TW divonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 juta subsider 5 bulan kurungan.

Humas Pengadilan Negeri Tulungagung, Yuri Ardiansyah mengatakan sidang vonis perkara ini digelar pada Kamis (27/2/2020).

Putusan ini lebih berat dari tuntutan jaksa, yaitu hukuman 14 tahun penjara.

“Putusan majelis hakim lebih berat dari putusan jaksa, karena ada sejumlah hal yang menjadi pertimbangan,” terang Yuri kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (28/2/2020).

Hal yang memberatkan itu  antara lain, perbuatan TW membuat cewek SMP tersebut trauma dan merusak masa depan korban.

Selain itu, seharusnya  TW melindungi korban.

Tapi, TW malah memaksa siswi SMP itu untuk berbuat yang tidak pantas.

TW menyatakan menerima vonis tersebut, dan tidak mengajukan banding.

“Tapi kami  menunggu jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan terdakwa. Karena mereka juga berhak banding,” sambung Yuri.

Jaksa Penutut Umum maupun terdakwa punya waktu satu minggu untuk pikir-pikir.

Jika dalam waktu satu minggu tidak ada jawaban, maka putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap.

TW melakukan perbuatan bejatnya itu sejak empat tahun sebelumnya.

TW mengaku melakukan perbuatan itu karena sang istri yang merupakan ibu kandung korban sedang mengalami masalah kejiwaan.

TW memanfaatkan situasi saat istrinya berobat, dan dia hanya berdua dengan korban.

Namun sesuai pengakuan korban yang ditulis di buku catatan, TW melakukan perbuatan itu atas sepengetahuan ibunya.

Sang ibu tidak bisa berbuat banyak karena takut diceraikan TW.

Selain itu, sang ibu juga sempat berpesan agar korban menolak saat diajak melakukan perbuatan tidak senonoh.

Dalam curhatan lewat tulisan itu juga terungkap bahwa TW pernah ingin melakukan perbuatan jahat itu bersama korban dan ibunya sekaligus alias hubungan badan bertiga.

Namun, korban menolak ide gila itu.

ilustrasi
ilustrasi (Instagram)

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Tak tahan dijadikan alat pemuas nafsu oleh ayah kandungnya, cewek SMP di Kabupaten Luwu lapor ke kantor polisi.

Menindak-lanjuti laporan cewek SMP ini, sang ayah kandung akhirnya berhasil diciduk.

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, polisi menangkap ayah kandung berinisial HR (39).

HR merupakan warga Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Sedangkan anaknya masih duduk di bangku kelas IX SMP.

HR diduga telah memperkosa anaknya lebih dari satu kali.

Kapolsek Suli AKP Yosep mengatakan, pemerkosaan oleh ayah kandung ini terungkap setelah korban datang ke kantor polisi pada Kamis (27/2/2020) untuk melapor kekerasan seksual yang dialaminya.

Dari pengakuan korban, pemerkosaan pertama kali terjadi pada November 2019.

Kejahatan itu terus diulangi HR hingga Februari 2020.

“Karena trauma dengan kejadian tersebut korban melapor, sehingga pelaku langsung diamankan di Mapolsek Suli guna dimintai keterangan dan proses hukum lebih lanjut," kata Yosep, Kamis (27/2/2020).

Hingga berita ini ditayangkan, polisi masih memeriksa HR.

Selain itu, polisi juga sudah memeriksa dua orang warga sekitar rumah korban.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved