Suami Tega Jual Istri ke Pria Hidung Belang, Tawarkan Melalui Medsos dengan Tarif Mulai Rp 1,5 Juta

Junatan memfoto tubuh istrinya lalu diunggah ke media sosial twiiter dengan caption menggugah.

SURYAMALANG.COM/Firman Rachmanudin
Polisi menunjukkan tersangka suami yang menjual istrinya dan beberapa barang bukti 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Seorang suami di Surabaya tega menjual istrinya sendiri untuk layanai seks pria hidung belang demi kebutuhan hidup.

Pria bernama Junatan (40) asal Kampung Malang Tengah I Surabaya itu mengaku terlilit kebutuhan hidup hingga akhirnya menawarkan istri sirrinya sendiri berinisial NAW (25) untuk melayani jasa hubungan seks melalui media sosial.

Junatan memfoto tubuh istrinya lalu diunggah ke media sosial twiiter dengan caption menggugah.

Kronologi Ayu Ting Ting Kabur dari Rumah Sambil Bawa Bilqis, Ternyata Ada Campur Tangan Sang Adik

Harga OOTD Branded Abash, Tak Kalah dari Lucinta Luna, Ada Sabuk Mungil Seharga 6 Juta Rupiah

PSIS Semarang VS Arema FC, Bek Arema FC Ini Sudah Tak Sabar Hadapi Mantan Timnya

"Tim cyber kami melakukan penyelidikan dan menemukan postingan tersangka. Dari situ kami melalukan penyelidikan lebih lanjut sampai kami amankan yang bersangkutan,"kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Riezky, Jumat (13/3/2020).

Junatan diringkus di sebuah hotel kawasan Surabaya Selatan usai mengantarkan istrinya ke pria hidung belang.

Tarif yang ditawarkan tersangka untuk istrinya mulai Rp 1,5 juta hingga 2,5 juta sekali kencan.

Tak jarang, tersangka ikut masuk ke dalam kamar hotel untuk sekedar melihat istrinya layani seks pria hidung belang.

Hal itu disampaikan sendiri oleh Junatan.

"Saya kadang ikut lihat saja. Gak ikut main,"akunya.

Meski diakui sakit hati, namun Junatan mulai terbiasa dan menikmatinya.

"Awalnya sakit hati. Cuma karena sudah sepakat dan kebutuhan hidup ya mau tidak mau saya nikmati," tambahnya.

Uang hasil 'berjualan' itu dibagi dua, tersangka memberikan uang kepada istrinya sebesar 1 juta rupiah.

Pria pengangguran ini sudah tiga kali melakukan aksinya sejak Januari 2020 lalu.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat dengan Pasal 506 dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 2
UU RI No. 21 tahun 2007 tentang penghapusan tindak pidana Perdagangan orang, dengan ancaman hukuman 1 Tahun 4 bulan penjara.

(Firman Rachmanudin)

Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved