Breaking News

Penanganan Virus Corona di Malang

Dua Lapas Di Kota Malang Lakukan Upaya Antisipasi Hadapi Virus Corona, Ada Aturan Baru

Tidak hanya Lapas Kelas I Lowokwaru saja, Lapas Perempuan Kelas II A Sukun juga melakukan hal yang sama untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI - Kegiatan fashion show warga binaan di Lapas Perempuan Kelas II A Sukun yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dua lapas yang ada di Kota Malang yaitu Lapas Kelas II A Sukun dan Lapas Kelas I Lowokwaru lakukan berbagai antisipasi hadapi virus corona.

Mulai dari pengketatan pengecekan kesehatan bagi pengunjung hingga pembatasan kunjungan bagi yang akan menjenguk.

Kepala Lapas Kelas I Lowokwaru, Anak Agung Gde Krishna mengatakan pihaknya telah mewajibkan setiap orang yang melakukan kunjungan harus di cek suhu tubuhnya.

Kabar Baik, Vaksin Virus Corona Sudah Ditemukan, Rencananya Akan Diuji-cobakan kepada 45 Manusia

Antisipasi Penularan Corona, Mal di Malang Rencana Kurangi Jam Operasional

UPDATE Virus Corona di Malang, Jawa Timur Hari Ini 17 Maret: Jumlah Pasien-Tempat Wisata yang Tutup

"Selain itu mereka harus melakukan cuci tangan memakai hand sanitizer yang telah disediakan. Dan langkah tersebut harus diwajibkan bagi pengunjung sebelum masuk ke ruang kunjungan," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (17/3/2020).

Ia menjelaskan selain langkah tersebut, pihaknya telah membentuk tim kesehatan.

"Tim kesehatan itu akan bertugas melakukan screening dan selalu mengecek kesehatan warga binaan setiap saat," tambahnya.

Tidak hanya Lapas Kelas I Lowokwaru saja, Lapas Perempuan Kelas II A Sukun juga melakukan hal yang sama.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sukun Malang, Ika Yusanti mengaku pihaknya belum memiliki sarana untuk memenuhi protokol kesehatan.

"Untuk hand sanitizer yang kita miliki jumlahnya terbatas dan kita juga belum mempunyai termometer infra merah. Sehingga kita lakukan pembatasan kunjungan selama 14 hari ke depan," jelasnya.

Pembatasan kunjungan dimaksudkan untuk mencegah virus yang masuk dari luar serta menjaga kesehatan warga binaan.

"Pemberian materi dari pihak pengajar dan pelatih dari luar lapas juga kita batasi. Kita minta mereka mengirimkan materi pengajaran secara online. Nantinya petugas lapas yang akan menyampaikan ke warga binaan,"

Dirinya berjanji dalam waktu dekat, sarana untuk pemenuhan protokol kesehatan seperti hand sanitizer dan termometer infra merah akan segera diperlengkapi.

"Bila semua sudah lengkap dan memadai nantinya pelayanan kunjungan bisa jadi aman dan nyaman," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved