Berita Pasuruan Hari Ini

Pengakuan Pengganda Uang dan Emas Pasuruan, Sebut Sosok Guru Spiritual dan Bunda Ratu

Meski sudah ditangkap dengan sejumlah alat bukti, tersangka masih bersikukuh dirinya tidak bersalah dalam kasus ini.

SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Beragam bukti termasuk perhiasan emas palsu dan tersangka penggandaan uang dan perhiasan Pasuruan EDS saat dihadirkan di Polres Pasuruan, Kamis (29/3/2020) 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Seorang yang diduga melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang dan perhiasan diringkus Polres Pasuruan, Kamis (19/3/2020). 

Tersangka pengganda uang dan perhiasan yang diringkus itu adalahEka Surya Darma (EDS) warga Dusun Sukorejo, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Meski sudah ditangkap dengan sejumlah alat bukti, tersangka masih bersikukuh dirinya tidak bersalah dalam kasus ini.

Ngaku Punya Ilmu Penggandaan Uang, Ternyata Pria Pasuruan Penipu, Polisi Sita Aneka Perhiasan Palsu

RSUD Kota Malang Akan Jadi Pusat Penanganan Pasien Terjangkit Virus Corona.

Daftar Rekrutan Baru yang Tampil Gemilang di Liga 1 2020, Termasuk Pemain Arema FC dan Persib

Bahkan saat dihadirkan di depan awak media, ia juga mencoba menjelaskan kondisi sebenarnya versi dirinya pribadi.

Iapun mengungkap proses ritual penggandaan uang dan perhiasan dan menyebut adanya sosok guru spiritual dan juga menyebut adanya Bunda Ratu.

EDS mengaku sudah menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa menggandakan uang ataupun emas sejak awal.

“Saya sudah sampaikan ke dia (korban) kalau saya hanya bisa memijat saja, pengobatan alternatif. Tapi , dia yang memaksa saya untuk membantunya menggandakan uang itu,” kata EDS saat rilis.

Dia menyampaikan, sebenarnya yang bersangkutan tidak ingin menggandakan emas dan uangnya.

Kata dia, yang bersangkutan hanya ingin sakti saja dan dia meminta bantuannya untuk mewujudkannya.

Penjual nasi kuning ini menyebut, korban ini memiliki guru spiritual.

Dan guru spiritualnya ini yang membimbingnya untuk bisa mewujudkan itu semua, termasuk menyarankan untuk menyiapkan tiga elemen itu.

“Semuanya yang bawa dia. Bukan saya, ritual juga di rumah dia. Saya tidak membawa uangnya sedikitpun. Semuanya dimasukkan ke dalam kardus dan dibuat ritual, kalau berubah berarti bukan saya, itu sudah dibawa sama bunda ratu,” tambah dia.

Menurut dia, sebenarnya ini bisa terlaksana, namun ada ketentuan yang dilanggar. Harusnya belum boleh dibuka, tapi sudah dibuka.

Jawaban tersangka ini sangat berbelit dan berubah – ubah. Tidak konsisten. Namun, dalam penyelidikan kepolisian, dia diduga kuat menipu korbannya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved