Berita Surabaya Hai Ini

Mahasiswa FK Unair Buat Face Shield Untuk APD Tenaga Kesehatan,Manfaatkan Bahan Mika Penjilidan Buku

Face shield atau pelindung wajah yang mereka buat merupakan salah satu alat pelindung diri yang bisa digunakan tenaga kesehatan dalam bertugas.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
FACE SHIELD SEDERHANA - Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga secara sukarela membuat face shield di sela tugas kuliah onlinenya di aula FK Unair, Senin (23/3/2020). Rencananya face shield ini akan dibagikan ke RS Unair dan RSU dr Soetomo karena di dua rumah sakit itu sebagai pusat rujukan pasien Covid-19. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga secara sukarela membuat face shield di sela tugas kuliah onlinenya, Senin (23/3/2020).

Face shield atau pelindung wajah yang mereka buat merupakan salah satu alat pelindung diri yang bisa digunakan tenaga kesehatan dalam bertugas.

Dengan menggunakan busa, plastik mika dan karet, face shield sederhana ini setidaknya bisa digunakan dua kali.

10.000 APD Disebar ke 63 RS Rujukan di Jatim untuk Penanganan Covid-19

Namanya Eni Kusrini, Warga Tulungagung Ini Kebanjiran Pesanan Masker Seiring Merebaknya Virus Corona

Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang Bikin 1000 Hand Sanitizer Untuk Dibagikan Ke Masyarakat

Faiza Chairunisa, mahasiswa FK semester empat mengungkapkan ia mendapat pesan dari angkatannya bahwa ada kegiatan membuat face shield secara sukarela di aula FK Unair.

"Hari ini ada kelas online disuruh ngerjakan tugas. Jadi di sela ngerjakan tugas saya ke sini,"urai gadis asal Jakarta ini saat membuat face shield, Senin (23/3/2020).

Faiza mengaku dirinya belum bisa membantu di garda depan karena masih menempuh studi. Tetapi dirinya ingin ikut membantu para tenaga kesehatan, salah satunya dengan ikut membantu membuat APD sederhana ini.

"Nggak disarankan ke Jakarta sama orang tua. Jadinya saya ingin bermanfaat juga selain hanya diam di kos,"lanjutnya.

Dekan FK Unair, Prof Dr dr Soetomo SpU K mengungkapkan face shield saat ini sulit didapat tenaga medis, untuk itu pihaknya mendukung inisiatif mahasiswa yang menyebut dirinya Relawan Covid-19 dengan membuat alat ini dari bahan sederhana.

“Sesuai anjuran dari Kementerian Pendidikan, semua tenaga kesehatan termasuk mahasiswa kesehatan bisa menjadi relawan. Salah satunya relawan pembuatan alat pelindung diri (APD) bagi para tim dokter khususnya yang ada di rumah sakit rujukan,” jelas dr Soetojo.

Pihak FK Unair hanya menyediakan bahan-bahan sederhana yang dibutuhkan.

Sementara mahasiswa yang berkreasi dengan bahan yang ada itu untuk dijadikan pelindung muka para tim medis.

Mika yang biasa dibuat untuk penjilidan buku, ujung-ujungnya yang lancip, dibuang agar tidak menusuk leher atau kulit pemakainya.

Lalu bagian atasnya diberi spon dengan panjang menyesuaikan ukuran mika dengan lebar sekitar tiga sentimeter.

Tujuannya agar ketika dipakai tidak sakit karena yang menempel di kening adalah sponnya. Agar menempel pada mika, spon terlebih dulu diberi lem tembak.

Lalu untuk pengaitnya, para mahasiswa memberinya karet yang biasa dibuat untuk celana kolor. Karet itu dijahit agar bisa menempel di kedua ujung mika.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved